Sektor usaha masih butuh outsourcing

Kamis, 19 Januari 2012 - 18:41 WIB
Sektor usaha masih butuh...
Sektor usaha masih butuh outsourcing
A A A


Sindonews.com - Ketua bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani mengatakan, beberapa sektor usaha masih membutuhkan sistem outsourcing. Dia mencontohkan, pengeboran minyak. Sehingga, kata dia, putusan MK hanya akan menambah ketegangan hubungan industrial.

Menurutnya, pihak yang akan terkena imbas dari putusan tersebut adalah perusahaan penyedia tenaga kerja alih daya, karena harus mengatur ulang dan memperlakukan tenaga outsourcing sebagai pekerja tetap.

“Serapan tenaga kerja formal akan tereduksi. Tercermin dari porsinya terhadap angkatan kerja kita. Tapi, karena ini putusan MK, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kita harus bersiap saja,” kata Hariyadi di Jakarta, Kamis (19/1/2012).

Dia menjelaskan, masalah outsourcing terjadi karena ada persepsi yang berbeda oleh penyusun UU nomor 13/2003 dan hakim konstitusi.

“Tapi, begitu kami usulkan amandemen UU nomor 13/2003 untuk membenahi ketenagakerjaan kita, selalu dipolitisasi. Padahal, hasil kajian lima universitas yang ditugaskan Presiden SBY tahun 2005 dan kajian LIPI tahun 2011 sama, yakni amandemen UU tersebut. Tapi, di prolegnas 2012 ditolak. Artinya, tidak pernah ada upaya menyelesaikan sumber masalah,” tegasnya.

Apabila masalah tersebut dibiarkan, maka akan memicu konflik berkepanjangan dan menghambat pertumbuhan industri nasional.

“Bisa menimbulkan ketidakstabilan keamanan dan politik. Padahal, persepsi terkait kestabilan dan ketenaga kerjaan bisa berdampak langsung terhadap investment grade yang diterima Indonesia. Tapi, pemerintah sepertinya tidak ada kepekaan soal ini,” pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved