Ekspansi ke Indonesia Barat, Batagor Jepang buka 48 outlet

Senin, 23 Januari 2012 - 17:15 WIB
Ekspansi ke Indonesia...
Ekspansi ke Indonesia Barat, Batagor Jepang buka 48 outlet
A A A
Sindonews.com - Waralaba Batagor Jepang Takashi Mura (BJTM) bersiap untuk melebarkan sayapnya dengan menargetkan 48 outlet baru di sepanjang Indonesia Bagian Barat di tahun 2012 ini. Sebelumnya, waralaba yang mulai eksis tahun 2008 ini memang terlebih dahulu mengembangkan bisnisnya ke kawasan timur Indonesia seperti Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

"Awalnya dulu kita memang sengaja untuk memasarkan di Indonesia wilayah timur seperti Surabaya, Malang, Makasar, Balikpapan dan yang lainnya. Karena saya rasa sangat sukar dilewati dan dijangkau untuk pengusaha lain. Nah di tahun 2012 ini saya merasa optimis dan yakin kita bisa melewati pasar di Indonesia wilayah Barat seperti Medan, Jakarta, Palembang, Pekanbaru dan yang lainnya pada pertengahan tahun dan sesuai dengan business plan yang kita miliki, akhir tahun ini kita sudah cover Indonesia", ujar President Director BJTM Ridwan Abadi beberapa waktu lalu saat pameran Wirausaha Mandiri di Jakarta Convention Center beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut pria yang memang hobi makan ini menjelaskan, cabang-cabang yang akan hadir tersebut terdiri dari outlet pribadi, waralaba dan kemitraan dengan komposisi yang berbeda. Adapun harga kemitraan yang ditawarkan mulai dari Rp35 juta per booth.

"Jadi dari beberapa konsep media marketing dari mulai outlet pribadi, waralaba, kemitraan itu terus kita evaluasi, mana yang kira-kira paling signifikan dan membuat kita gerak lebih cepat itu yang akan kita tingkatkan lebih banyak. karena hal ini yang akan menunjang penacapaian target di kantor cabang tersendiri apalagi untuk model waralaba, dengan meningkatnya omzet disana akan menambah angka royalti yang signifikan," jelasnya.

Kendala yang masih dialami Ridwan saat ini adalah bagaimana mengubah mindset mitra bisnis dalam berwaralaba dimana kecenderungan masih menganggap bisnis dengan jenis seperti waralaba sama dengan sistem investasi yang bisa mendapatkan hasil tanpa manajemen yang kompleks. Selain itu permasalahannya adalah distribusi produk yang sering terganggu karena beberapa hal seperti delay pesawat ataupun transportasi darat yang mengakibatkan keterlambatan.

"Kendala sebenarnya dari dulu masih sama ya, maka dari itu kita coba untuk menyeleksi mitra yang mau masuk kita seleksi apakah dia tipikal investor atau apakah dia tipikal pengusaha. Kalau tipikal investor pasti kita arahkan untuk tidak ambil karena lebih baik save uangnya di deposito bank dan itu pasti dapat return tiap bulan, tapi kalau memang tipikal pebisnis baru kita kasih dia untuk buka jadi mitra kita," tuturnya.

Kedepannya alumni Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya Malang, ini juga akan mengadakan kembali sebuah program gathering nasional yang kemungkinan akan dilaksanakan di bulan Maret 2012 untuk mengundang semua mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam program ini para mitra akan berdiskusi untuk membahas kendala-kendala dalam berusaha dan mendengarkan motivasi bisnis dari beberapa konsultan handal.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
44 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved