Holding BUMN perkebunan diundur

Rabu, 25 Januari 2012 - 10:04 WIB
Holding BUMN perkebunan...
Holding BUMN perkebunan diundur
A A A


Sindonews.com - Pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan dipastikan mundur dari jadwal semula pada akhir bulan ini. Pasalnya, konsep holding BUMN mengalami perubahan.

Deputi Menteri BUMN bidang Industri Manufaktur Megananda Daryono mengatakan, Kementerian BUMN bersama dengan kementerian terkait, seperti kementerian keuangan, kementerian hukum dan HAM serta sekretaris negara sedang dalam kajian mendalam konsep holding BUMN perkebunan.

“Kalau akhir bulan ini (holding) belum siap karena ada perubahan konsep dari semula membentuk perusahaan baru menjadi menunjuk PTPN III menjadi holding. Jadi, konsepnya sedang diperbaiki," katanya di Jakarta, Selasa 24 Januari 2012.

Selain itu, holding BUMN perkebunan yang sebelumnya akan dibagi berdasarkan komoditas atau wilayah saat ini difokuskan hanya satu, seperti halnya holding pupuk dan semen.

Megananda memperkirakan, jika perubahan konsep tersebut bisa diselesaikan segera, maka holding BUMN perkebunan bisa resmi terbentuk pada bulan depan. Kendati demikian, tidak bisa memastikan waktunya lantaran tergantung hasil kajian bersama pihak terkait. Jika holding sudah terbentuk, akan segera dilakukan penunjukan direksi holding BUMN perkebunan. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
32 menit yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
39 menit yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
1 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
2 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
2 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Jurusan Kuliah yang...
Jurusan Kuliah yang Lulusannya Berpotensi Besar Kerja di BUMN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved