Banjir, harga beras di Bojonegoro naik

Kamis, 26 Januari 2012 - 11:20 WIB
Banjir, harga beras...
Banjir, harga beras di Bojonegoro naik
A A A
Sindonews.com - Banyaknya tanaman padi di dekat Sungai Bengawan Solo yang terendam banjir mulai berpengaruh terhadap harga beras di pasaran.

Saat ini, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro mengalami kenaikan sekitar Rp500 per kilogramnya. Menurut Fitri (45), pedagang beras di Pasar Bojonegoro, kenaikan harga beras mulai terjadi sejak dua pekan terakhir.

Harga beras kualitas sedang yang semula Rp7.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp7.500/kg. Sedangkan, harga beras kualitas bagus yang semula Rp8.000/kg, kini merangkak naik menjadi Rp8.500/kg. “Harga beras trennya terus naik,” ujar Fitri.

Fitri mengatakan, kualitas beras dari hasil panen kali ini kurang bagus. Banyak tanaman padi terutama di dekat bantaran Sungai Bengawan Solo yang terendam banjir. Akibatnya, bulir padi terlalu banyak mengandung air dan tidak jarang pula membusuk. Selain itu, saat gabah digiling warnanya menjadi agak kehitaman. “Bulir padi agak kehitaman karena terendam banjir beberapa hari,” ujarnya.

Menurut Markam (55), pedagang beras di Pasar Purwosari, kenaikan harga beras di pasaran belakangan ini dipengaruhi masih terbatasnya stok gabah hasil panen.

Selain gabah hasil panen di dekat Sungai Bengawan Solo banyak direndam banjir, sebagian gabah itu banyak dikirim ke luar daerah. “Stok gabah lokal masih sangat minim. Sementara di sisi lain, permintaan tinggi,” ujarnya.

Banjir luapan Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro beberapa waktu lalu merendam sedikitnya 3.202 hektare persawahan. Banjir merendam tanaman yang berumur 20-40 hari seluas 2.532 hektare, dan selebihnya tanaman padi siap panen. Banjir juga merendam sedikitnya 270 hektare sawah yang ditanami jagung.

Banjir luapan Sungai Bengawan Solo menggenangi areal persawahan di 75 desa di sembilan kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Balen, Kanor, Kapas, Baureno, Bojonegoro, Malo, Kalitidu, dan Dander. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
10 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved