Jamin pasokan domestik, kawasan berikat harus direvisi

Jum'at, 27 Januari 2012 - 14:03 WIB
Jamin pasokan domestik,...
Jamin pasokan domestik, kawasan berikat harus direvisi
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta aturan wajib ekspor 75 persen oleh industri di kawasan berikat direvisi.

Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, aturan itu bertentangan dengan upaya mendorong industri hilir di dalam negeri. Dia mencontohkan, pasokan serat untuk industri di dalam negeri bisa terhambat jika kewajiban itu tetap dilakukan.

"Untuk soal tenggang waktu, sudah diamandemen. Industri diberikan tenggang waktu lebih. Kami juga meminta agar wajib ekspor 75 persen direvisi. Karena, industri di dalam negeri membutuhkan jaminan ketersediaan pasokan bahan baku. Usulan ini diakomodir," kata Panggah di Jakarta, Jumat (27/1/2012).

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) pernah menyatakan, utilisasi produksi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional akan turun menjadi 30 persen dari 80 persen.

Ketua Umum API Ade Sudrajat Usman menjelaskan, hal tersebut terjadi karena PMK 147/2011 tentang Kawasan Berikat dan PMK 255/2011 tentang Perubahan atas PMK 147/2011 tentang Kawasan Berikat. PMK itu, jelas dia, mengatur hingga 75 persen produksi industri yang ada di kawasan berikat harus diekspor.

"Aturan ini hanya cocok untuk industri hilir. Regulasi itu harus direvisi. Sejak Januari 2012 sudah terjadi kekosongan pasokan bahan baku. Misalnya, serat. Persoalan ini harus dicari solusinya, paling lambat akhir bulan ini. Industri sedang menunggu," kata Ade.

Lebih lanjut Panggah menambahkan, pihaknya juga sedang membahas lebih lanjut terkait pasokan gas untuk industri di dalam negeri. Pemerintah, kata dia, juga membahas berbagai upaya peningkatan daya saing nasional.

"Daya saing terkait energi. Kami sedang hitung soal cadangan dan kebutuhan gas industri. Termasuk, menunggu kepastian operator blok Cepu. Selain itu, juga mengupayakan perlindungan-perlindungan pasar dalam negeri," kata Panggah. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
9 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved