Dukung SRG, pemerintah bangun 15 gudang beras/tahun

Minggu, 29 Januari 2012 - 14:12 WIB
Dukung SRG, pemerintah...
Dukung SRG, pemerintah bangun 15 gudang beras/tahun
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menargetkan gudang penyimpanan beras akan bertambah minimal 15 gudang per tahunnya guna untuk mendukung sistem resi gudang (SRG). Target tersebut akan mulai diaplikasikan mulai tahun ini.

"Kedepan, juga didorong pada 2012 ini kita dari Badan Pengawas dan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) dan kementerian perdagangan, rata-rata setiap tahun bisa mendapatkan 15 gudang," ungkap Kepala Bappepti, Syahrul R Sempurnajaya, kala ditemui dalam diskusi Forum Wartawan Perdagangan (Forward) di Indramayu, kemarin.

Menurutnya, penambahan tersebut sejalan dengan resi gudang pasca pengesahan UU no.9 tahun 2011. Dia menambahkan, saat ini gudang penyimpanan tersebut sudah mencapai angka 82 gudang. Syahrul mencontohkan, wilayah Indramayu SGR yang mulai berkembang dengan baik memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

Saat ini, gudang penyimpanan yang telah dikelola PT Pertani (persero) di Indramayu sudah memiliki gudang penyimpanan dengan kapasitas hampir 3.000 ton. "Gudang penyimpanan di Indramayu tersebut sudah memiliki infrastruktur yang memadai mengenai mutu dan daftar registrasi gudang yang lengkap," paparnya.

Dengan adanya SRG tersebut, maka menghindari terjadinya spekulasi harga yang biasa dilakukan oleh para spekulan atau tengkulak dan juga sistem pembelian juga menjadi lebih teratur dan baik.

Guna mendukung sistem resi gudang (SRG) pemerintah akan menerapkan pembiayaan bersubsidi bagi petani "Tidak perlu koletral, tidak perlu sertifikat tanah, tidak perlu mobil, tidak perlu macam-macam, dan ini terjamin," ungkap dia kala ditemui dalam diskusi Forum Wartawan Perdagangan (Forward), Indramayu, Sabtu (28/1/2012).

Dia mengungkapkan, selain mendukung SGR, hal ini juga dilakukan sebagai solusi untuk petani, dimana para petani sulit untuk mendapatkan pinjaman guna mengembangkan usaha petaninya tersebut.

"Nah, inilah hal-hal yang mungkin kita harus terus mensosialisasikan khususnya untuk kegiatan-kegiatan program pemerintah agar ini menjadi salah satu instrumen yang besar, mengangkat harkat petani dalam rangka dia memproduksi suatu produknya tapi mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang dia kerjakan," paparnya.

Menurutnya, dengan adanya SRG, maka petani dapat memiliki begaining position, dengan cara menitipkan barangnnya pada SRG ketika harga barangnya jatuh. "Dan begitu harganya naik, dia bisa jual. Selama dia menahan barang, dia mempunyai dana untuk modal menanam kembali, apakah beli TV, menyekolahkan anak. Nah, ini yang sering terjadi pada petani kita. Kalau lagi panen nambah terus dia," kata Syahrul.

Sekadar informasi adapun biaya penitipan di gudang penyimpanan dengan menggunakan SRG ini adalah sebesar Rp25 per kg per bulannya. Untuk wilayah Indramayu sendiri, petani maksimal dapat melakukan pinjaman sebesar Rp75 juta dnegan bunga yang rendah dan untuk perbankan yang ditunjuk adalah PT Bank Rakyat Indonesia (persero) tbk (BBRI) dan PT Bank Pembangunan Jawa Barat (persero) Tbk (BJBR)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
9 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
9 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
10 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
10 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
11 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
12 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved