BI ajak pemda dorong efisiensi perbankan
Senin, 30 Januari 2012 - 11:36 WIB
BI ajak pemda dorong efisiensi perbankan
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mengaku akan terus mendorong efisiensi perbankan di Indonesia. Namun efisiensi perbankan tidak akan tercapai tanpa ada campur tangan pemerintah daerah (pemda) dalam perbankan.
Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan efisiensi perbankan akan cepat tercapai jika pemda melakukan intervensi, sehingga bunga pinjaman akan lebih rendah.
"Kita tidak mungkin mengharapkan UMKM berkembang jika tidak ada penambahan modal. Tidak bisa berkembang kalau tingkat bunga 25 persen. Ini adalah upaya yang tidak mudah, tetapi kita juga optimis kita bisa perbaiki dengan baik," ungkap Darmin akhir pekan lalu di Surabaya.
Lebih lanjut dia menjelaskan intervensi atau campur tangan pemda dalam efisiensi perbankan salah satunya dengan pendirian PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) yang membuat bunga pinjaman lebih rendah karena ada yang menjamin.
"Harus mendorong layaknya Jamkrida, dan juga yang punya uang bisa menaruh dana murah di bank tetentu dan gunakan sebagian uang untuk mensubsidi bunga. Lebih murah. Daripada bikin program tidak terlalu jelas, lebih baik sediakan misalnya Rp100 miliar. Subsidi bunga lima persen. Yah itu berapa kali lipat kredit," jelasnya.
Walaupun demikian, Darmin mengaku pendirian lembaga seperti Jamkrida tidak bisa langsung dilakukan diseluruh Indonesia. Namun bisa dilakukan secara bertahap namun konsisten. "Tapi ini tidak bisa nasional. Kita mulai dulu beberapa daerah, kita harus sabar juga tapi konsisten," pungkasnya. (ank)
Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan efisiensi perbankan akan cepat tercapai jika pemda melakukan intervensi, sehingga bunga pinjaman akan lebih rendah.
"Kita tidak mungkin mengharapkan UMKM berkembang jika tidak ada penambahan modal. Tidak bisa berkembang kalau tingkat bunga 25 persen. Ini adalah upaya yang tidak mudah, tetapi kita juga optimis kita bisa perbaiki dengan baik," ungkap Darmin akhir pekan lalu di Surabaya.
Lebih lanjut dia menjelaskan intervensi atau campur tangan pemda dalam efisiensi perbankan salah satunya dengan pendirian PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) yang membuat bunga pinjaman lebih rendah karena ada yang menjamin.
"Harus mendorong layaknya Jamkrida, dan juga yang punya uang bisa menaruh dana murah di bank tetentu dan gunakan sebagian uang untuk mensubsidi bunga. Lebih murah. Daripada bikin program tidak terlalu jelas, lebih baik sediakan misalnya Rp100 miliar. Subsidi bunga lima persen. Yah itu berapa kali lipat kredit," jelasnya.
Walaupun demikian, Darmin mengaku pendirian lembaga seperti Jamkrida tidak bisa langsung dilakukan diseluruh Indonesia. Namun bisa dilakukan secara bertahap namun konsisten. "Tapi ini tidak bisa nasional. Kita mulai dulu beberapa daerah, kita harus sabar juga tapi konsisten," pungkasnya. (ank)
()