PGN butuh pasokan gas lebih banyak

Selasa, 31 Januari 2012 - 19:55 WIB
PGN butuh pasokan gas...
PGN butuh pasokan gas lebih banyak
A A A


Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) meminta pasokan gas baru dari hulu guna mendukung program pemerintah dalam rangka konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).

"Kami agak khawatir karena dalam dua tahun terakhir ini banyak disalahkan, banyak diprotes karena suplai kepada pelanggan itu sangat kurang. Kalau nanti kita harus mengaloksi lagi untuk BBG, pelanggan mana yang kita potong, apakah PLN lagi atau kah industri?" ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selasa (31/1/2012).

"Dua-duanya dilematis. Dua-duanya mempunyai dampak ekonomis secara nasional juga," tambahnya

Karena itu, dirinya mengatakan pihaknya membutuhkan pasokan gas yang baru dari hulu atau dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas.

"Jadi kami harapkan pasokan untuk program konversi BBG itu adalah pasokan baru, di luar dari apa yang sudah ada di dalam sistem dan yang sudah terkontrak dan sudah tersalurkan. Jadi saya harapkan ada alokasi dari produksi yang belum disalurkan," tegasnya.

Hendi mengkhawatirkan apabila pasokan untuk program konversi ini diambil dari pasokan yang sudah tersalurkan, pelanggan PGN akan protes.

Sementara itu Corporate Secretary PGN Heri Yusuf mengatakan tahun ini pihaknya telah mendapatkan pasokan gas yang baru sebanyak 50 mmscfd dari lapangan Terang Sirasun Batur (TSB) di Jawa Timur.

Heri mengatakan dari pasokan gas yang dimiliki PGN saat ini, akan sulit bagi perusahaan milik negara itu untuk memberikan kontribusi gas yang banyak untuk program konversi.

"Akan lebih baik lagi kalau ada tambahan alokasi gas dari hulu, pemerintah sebaiknya memberikan alokasi tambahan. Karena kontrak gas yang ada saat ini, sudah memiliki komitmen dengan pelanggan," ujar Heri.

Dirinya menambahkan meski pasokan gas yang baru dari hulu belum banyak tahun ini, tetapi pihaknya akan berusaha mencari cara untuk tetap memberikan pasokan gas untuk program konversi tersebut. "Tapi jumlahnya sangat kecil, dari yang ada kita akan peras-peras, tapi tidak akan sampai 10 mmscfd," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved