BPS belum siapkan simulasi inflasi soal BBM

Rabu, 01 Februari 2012 - 14:49 WIB
BPS belum siapkan simulasi...
BPS belum siapkan simulasi inflasi soal BBM
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku belum menyiapkan skema perhitungan terkait pengaruh kebijakan terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap inflasi. Pasalnya, hingga saat ini belum ada keputusan pasti terkait kebijakan BBM, apakah akan dibatasi atau dinaikkan.

"BBM ini kan kebijakannya belum jelas, mau pembatasan atau penaikan, karena cara simulasinya beda dan memakan waktu yang cukup lama," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Djamal di kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Perbedaan mekanisme simulasi ini, menurut Djamal, terletak pada banyaknya variabel yang mesti dihitung pada kebijakan pembatasan BBM. "Melihat skema dari yang ditayangkan media terlihat bahwa kalau pembatasan simulasinya agak complicated, karena ada orang yang pindah dari premium ke pertamax, tapi juga ada yang tidak bawa mobil kemudian lari ke kendaraan umum, dan kemudian juga yang lari ke gas, maka secara keseluruhan itu harus dihitung dan memiliki data yang jelas misalnya jumlah mobil," jelasnya.

Sedangkan untuk simulasi jika opsi kenaikan BBM yang diambil, menurut Djamal, maka perhitungannya menjadi sangat sederhana. "Menghitungnya lebih mudah kalau kenaikan harga, kalau harga dinaikkan begitu saja berlaku untuk semuanya. Kalau waktu kebijakan naik sebelumnya Rp500, memberikan konstribusi pada inflasi 0,31 persen," ungkapnya.

Opsi kenaikan harga bahan minyak (BBM) bersubsidi lebih realistis dibandingkan kebijakan pembatasan konsumsi. Selain lebih mudah penerapannya, opsi kenaikan juga tidak membutuhkan pengawasan khusus.

“Ini (kenaikan harga BBM) lebih mudah dilakukan dan tidak menimbulkan kompleksitas,” ujar Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Atma Jaya, Jakarta, A Prasetyantoko.

Menurutnya, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak bisa dihindari lantaran harga minyak dunia cenderung naik. Seperti diberitakan, pemerintah mulai ragu kebijakan pembatasan BBM bersubsidi bisa diterapkan mulai 1 April 2012 karena terkendala persiapan infrastruktur.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved