2011, produksi industri manufaktur mikro dan kecil naik 5%

Rabu, 01 Februari 2012 - 18:28 WIB
2011, produksi industri...
2011, produksi industri manufaktur mikro dan kecil naik 5%
A A A


Sindonews.com - Sesuai dengan data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik Rabu (1/2/2012), pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil tahunan pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 4,71 persen dari tahun 2010.

Menurut Direktur Statistik Industri Badan Pusat Statistik (BPS) Mudjiandoko, kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri farmasi produk obat kimia dan obat tradisional sebesar 10,21 persen, industri furnitur 9,21 persen, serta industri karet, barang dari karet dan plastik naik 8,22 persen.

Selain itu disampaikan Mudjiandoko, ada beberapa jenis lainnya yang kenaikannya lebih dari dua persen di tahun 2011, di antaranya barang logam bukan mesin dan peralatannya yang naik 6,10 persen, pengolahan lainnya 5,70 persen, pakaian jadi 5,61 persen, industri makanan 5,39 persen, logam dasar 5,35 persen, kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang juga naik 4,50 persen dan tekstil 3,94 persen serta percetakan dan reproduksi media rekaman ikut naik sebesar 3,62 persen.

Sedangkan untuk yang mengalami penurunan, Mudjiandoko menyampaikan ada tiga jenis industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami penurunan. "Tiga jenis industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami penurunan adalah industri peralatan listrik yang turun sebesar 4,95 persen, pengolahan tembakau 1,86 persen dan minuman yang turun sebesar 0,55 persen," ujarnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved