JK optimistis RI tahan krisis, asal...

Kamis, 02 Februari 2012 - 11:47 WIB
JK optimistis RI tahan...
JK optimistis RI tahan krisis, asal...
A A A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tetap optimistis Indonesia akan mampu bertahan, bahkan melangkah lebih maju ditengah badai krisis yang menerjang perekonomian global. Hanya saja, rasa optimis JK ini terbentur oleh sejumlah persoalan yang harus segera dibereskan oleh pemerintah.

"Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6,5 persen dan itu menunjukkan bahwa ada hak positif untuk mempertahankan negara ini saat akan menghadapi krisis Eropa, asalkan ada beberapa hal yang sangat benar-benar mesti dihilangkan dan diatasi," tegas JK dalam acara Seminar "2012 Economic and Capital Market Outlook" di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Dalam kesempatan ini, JK memetakan beberapa permasalahan yang harus segera dibenahi agar tidak menganggu tren pertumbuhan positif. Hal pertama yang disoroti adalah soal suku bunga yang masih tinggi sehingga dapat menghambat pertumbuhan dunia usaha.

"Angka 12 persen untuk suku bunga di negara Indonesia yang akan memasuki sebuah proses percepatan, terlalu berat dan tinggi. Karena coba saja lihat China yang menetapkan suku bunga hanya lima persen, dan lihat negara tersebut sekarang," ujarnya.

Selanjutnya pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PMI ini juga mengangkat permasalahan logistik di Indonesia yang mesti diminimalisir. Permasalahan infrastruktur yang belum membaik menyebabkan biaya logistik menjadi sangat mahal dan memberatkan. Berikutnya soal kondisi energi yang menurutnya sangat diperlukan beberapa kebijakan penting dari pemerintah dalam enam bulan pertama terutama soal listrik dan kebijakan BBM.

"Pemerintah tidak punya waktu banyak, hanya enam bulan ini mereka bisa mengambil keputusan khususnya di bidang energi. Lebih tepatnya lagi pada kebijakan listrik yang harus ditinjau kembali, selesaikan saja dengan cepat proyek 10 ribu megawatt maka banyak hal yang bisa mendapatkan dampaknya," jelasnya.

Untuk permasalahan terakhir, masih menurut JK, hal yang harus diatasi adalah persoalan birokrasi pemerintahan. "Kalau kita sudah bicara birokrasi maka sudah banyak hal yang nantinya akan terkait, maka dari itu lakukan managerial yang yang baik dan tingkatkan profesional birokrasi agar semua jalan dapat terbuka lebar nanti," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
11 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
24 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved