DPR nilai kerja Mobil Cepu Limited lambat

Kamis, 02 Februari 2012 - 14:14 WIB
DPR nilai kerja Mobil...
DPR nilai kerja Mobil Cepu Limited lambat
A A A


Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) mengusulkan untuk membuat panitia kerja ExxonMobil guna mengetahui penyebab lambatnya kemajuan Mobil Cepu Limited (MCL).

"Saya belum melihat progres terakhir Mobil Cepu, mestinya 2014 peak-nya 160 ribu barel, sekarang, tidak jelas," ujar Anggota Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana saat ditemui dalam Rapat Dengar pendapat dengan BP Migas, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Dirinya meminta BP Migas untuk serius dalam menangani MCL dengan memberikan peringatan, bahkan jika perlu diterminasi kalau tidak ada perkembangan yang berarti.

"Saya minta serius BP Migas, sekali-sekali usir saja, kenapa mesti takut. Kita negara bermartabat, mandiri," tegasnya.

Karena hal ini, dirinya meminta kepada pimpinan Komisi VII DPR RI untuk membuat panitia kerja ExxonMobil. Hal ini lantaran lambatnya pengembangan lapangan Banyu Urip membuat Indonesia rugi.

"Itu terlambat semua, rugi kita. Kita hajar kalau enggak jelas itu barang," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
47 menit yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
3 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
4 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
6 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
8 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved