Proyek PLTA Karama dilanjutkan

Selasa, 07 Februari 2012 - 11:30 WIB
Proyek PLTA Karama dilanjutkan
Proyek PLTA Karama dilanjutkan
A A A


Sindonews.com - Proyek pembangunan waduk dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karama tetap dilanjutkan. Bahkan, warga Kecamatan Kalumpang dan Bonehau yang sebelumnya menolak proyek ini berbalik mendukung.

Itulah salah satu kesepakatan yang diperoleh dalam dialog antara tokoh adat dan tokoh masyarakat Kalumpang dan Bonehau dengan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Adnan Anwar Saleh di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulbar, Senin 6 Februari 2012.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, massa yang merupakan warga Kalumpang dan Bonehau yang telah empat hari tiga malam menduduki Kantor Gubernur Sulbar, mengakhiri aksinya. Mereka pun kemarin meninggalkan Kantor Gubernur dan kembali ke daerahnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir 14 Tobarak (Raja) Kalumpang yang dipimpin Tobarak Lembang, Robert Eli Sipayo. Selain itu, hadir penanggung jawab aksi, Kalvin Kalambo. Gubernur menegaskan bahwa proyek PLTA belum berjalan dan masih dalam kajian. Dia juga mengaku tidak mengetahui adanya alat berat di lokasi.

Namun, Anwar membenarkan CGGC sebagai investor sudah membangun menara untuk keperluan pengkajian karakteristik air yang dimonitor langsung di China. Warga Kalumpang belum diajak bicara karena pekerjaan PLTA itu belum tentu dilaksanakan. Yang dilakukan selama ini belum mengikat pihak mana pun.

Soal survei bisa dilakukan siapa saja. ”Saya minta hasil kajian itu secara kontinu. Pembangunan PLTA ini harus sesuai rencana. Karena itu, dilakukan kajian. Saya menandatangani kerja sama dengan Unhas untuk mengkajinya,” kata Anwar.

Pemerintah sedang melakukan kajian. Apa pun hasilnya, tetap akan ditawarkan. Artinya, baik buruknya hasil kajian itu pemerintah akan menyampaikan kepada rakyat, terutama yang daerahnya akan direlokasi.

”Kalau tidak bisa diterima, ya dicarikan solusi lain. Intinya, tidak ada pemaksaan kepada rakyat. Saya juga meminta Unhas melibatkan warga lokal, terutama akademisinya,” tandasnya.

Penanggung jawab aksi, Kalvin Kalambo, mengatakan, masalah pokoknya adalah orang Kalumpang tidak bisa dipisahkan dengan tanah leluhur mereka. Karena itu, penolakan pembangunan PLTA yang merelokasi warga tidak bisa ditawar-tawar.

”Harapan kami setelah ini, pemerintah menyikapinya dengan bijak agar tidak ada dampak lain yang muncul. Rakyat Kalumpang mendukung pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur anggota DPRD Sulbar ini. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
16 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
59 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Protes Proyek Nimbus-Dukung...
Protes Proyek Nimbus-Dukung Palestina, Puluhan Karyawan Dipecat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved