Jaga ketahanan pangan, pemerintah pilih impor

Selasa, 07 Februari 2012 - 16:52 WIB
Jaga ketahanan pangan,...
Jaga ketahanan pangan, pemerintah pilih impor
A A A
Sindonews.com - Mengatasi berbagai tantangan menuju ketahanan pangan, pemerintah menyatakan kebijakan impor juga menjadi pilihan demi menjaga ketercukupan pasokan pangan selain berusaha menjamin ketersediaan pasokan dan aksebilitas pangan serta stabilisasi harga dalam negeri.

"Akibat pola konsumsi yang meningkat dan sulitnya untuk menambah hasil produksi pangan, maka kebijakan impor kebutuhan dasar demi menjaga ketercukupan pasokan pangan akan disegerakan oleh pemerintah," ucap Menteri Perdagangan Gita wirjawan ketika menjadi pembicara dalam acara seminar Jakarta Food Security Summit 2012 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Dia juga menambahkan, sulitnya menjaga ketahanan pangan adalah terus bertambahnya jumlah penduduk dan pola konsumsi yang berlebihan, tanpa diiringi peningkatan produksi pangan maka ketahanan pangan nasional akan semakin sulit untuk dicapai.

"Pola konsumsi yang berlebihan ini dapat dilihat dari jumlah konsumsi beras indonesia yang dua kali lebih besar dari negara tetangga. Misalkan saja tahun 2011 produksi beras lokal Indonesia sebesar 65,4 juta ton dan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri pemerintah harus melakukan impor beras sebanyak 2,5 juta ton, begitu juga dengan gula," ungkapnya.

Beberapa strategi upaya pengendalian ketersediaan bahan pangan sudah banyak dilakukan, namun menurut Gita, ketergantungan Indonesia terhadap beberapa bahan pangan impor seperti beras dan gula masih sangat tinggi dan terus mewarnai kebijakan pemerintah.

"Harus ada perubahan pola konsumsi, mungkin bisa diangkat persoalan kesehatan. Untuk kesehatan masyarakat juga akan lebih meningkat jika kita tidak banyak mengkonsumsi gula karena saat ini Indonesia merupakan negara dengan penderita diabetes terbesar keempat menurut data WHO," paparnya

Kementerian Perdagangan ditegaskan Gita akan berkomitmen untuk bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam menyuarakan hal-hal yang bisa mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Dalam bentuk kualitas dan profil konsumsi makanan dan minuman yang kadar nutrisinya lebih seimbang serta potensi usaha yang berkaitan dengan hal tersebut.

"Saya percaya bahwa penyeimbangan antara kebijakan pemerintah dengan yang berkaitan dengan uang bisa diinisiatifkan oleh pihak dunia usaha yang akan memastikan keterjangkauan harga dan berkelanjutan dari usaha kita bersama," pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
56 menit yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
1 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
1 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
2 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved