Kredit macet UMKM di Jabar tinggi

Kamis, 09 Februari 2012 - 10:06 WIB
Kredit macet UMKM di...
Kredit macet UMKM di Jabar tinggi
A A A
Sindonews.com – Kantor Bank Indonesia (KBI) Bandung mencatat kredit macet pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Barat cukup tinggi. Dari total kredit UMKM di Jabar sebesar Rp50,8 triliun pada 2011, tercatat non performing loan (NPL) sekitar 4,26 persen.

Kepala Kantor Bank Indonesia (KBI) Bandung Lucky Fathul A Hadibrata mengatakan, kredit macet UMKM di Jabar lebih besar dibandingkan Jatim. Dari penyaluran kredit di Jawa Barat sebesar Rp160 triliun, 31,75 persen kredit atau sekitar Rp50 triliun diserap sektor UMKM.

Namun, dari jumlah tersebut, NPL atau kredit macet UMKM mencapai 4,26 persen. Beberapa upaya yang dilakukan perbankan untuk menjaga stabilitas kredit di antaranya membentuk Pusat Pengembang Pendamping UKM (P3UKM).

Lembaga ini berfungsi memberi informasi, konsultasi dan pembinaan dalam mengakses lembaga keuangan/perbankan. Menurut Peneliti Madya KBI Bandung Naek Tigor Sinaga, kredit macet UMKM dengan NPL 4,26 persen tergolong masih pada batas aman.

Sebab, rasio toleransi kredit macet yang dianjurkan BI maksimal lima persen dari total kredit. Kendati masih dalam batas aman, Tigor menegaskan, angka tersebut cukup tinggi. Hampir mendekati angka lima persen.

Bahkan, kredit macet UMKM lebih tinggi dari kredit umum. ”Memang ada beberapa faktor yang menjadi pemicu tingginya kredit macet pelaku UMKM di Jabar. Di antaranya terkait prospek bisnis yang terkadang naik turun. Hal itu menyebabkan pelaku UMKM kesulitan melakukan pembayaran kepada perbankan,” jelas Tigor.

Direktur Konsumer Bank BJB Arie Yulianto mengatakan, untuk menyalurkan kredit, perbankan harus mengacu pada aturan perbankan. ”Jumlah kredit yang di-ACC maksimal 18 persen dari total aset bank bersangkutan,” jelas dia.

Namun demikian,perbankan bisa memperbesar porsi penyaluran kredit kepada UMKM dengan mengatur komposisi kredit.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
52 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved