Diguncang Tarif Trump, Pasar Global Kacau Balau
Jum'at, 04 April 2025 - 07:49 WIB
loading...
Pasar saham terguncang akibat kebijakan tarif resiprokal AS yang berpotensi memicu perang dagang besar-besaran. FOTO/Ilustrasi/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Pengumuman tarif perdagangan resiprokal baru secara luas oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4) lalu memicu kekacauan di pasar global. Kebijakan AS tersebut memicu kekhawatiran investor akan timbulnya perang dagang besar-besaran yang dapat menyebabkan resesi global.
Akibat kekhawatiran tersebut, indeks acuan di sejumlah bursa dunia rontok. Wall Street dengan indeks S&P 500 mencatat penurunan harian terbesar sejak 2020 pada perdagangan Kamis (3/4) waktu setempat. Melansir Reuters, perusahaan-perusahaan S&P 500 kehilangan nilai pasar saham gabungan sebesar USD2,4 triliun (sekitar Rp38.400 triliun) dalam aksi jual di Wall Street, kerugian nilai dalam satu hari terbesar sejak pandemi yang menyebabkan pasar global terpuruk pada tanggal 16 Maret 2020.
Baca Juga: Respons Kebijakan Tarif Trump, Kadin: Pintu Negosiasi Masih Terbuka
Mengutip Investing, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.679,4 poin atau 3,98 persen ke 40.545, S&P 500 turun 4,84 persen ke 5.396, sementara Nasdaq Composite merosot 5,97 persen ke 16.550.
Demikian pula dengan pasar Asia-Pasifik yang melanjutkan penurunannya pada hari ini, mengikuti penurunan tajam di Wall Street setelah tarif Presiden AS Donald Trump mengguncang pasar global. Mengutip CNBC, S&P/ASX 200 Australia hari ini turun 1,06%. Nikkei 225 Jepang turun 1,84% sementara Topix turun 2,35%. Kospi Korea Selatan turun 1,15% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil diperdagangkan 0,68% lebih rendah.
Akibat kekhawatiran tersebut, indeks acuan di sejumlah bursa dunia rontok. Wall Street dengan indeks S&P 500 mencatat penurunan harian terbesar sejak 2020 pada perdagangan Kamis (3/4) waktu setempat. Melansir Reuters, perusahaan-perusahaan S&P 500 kehilangan nilai pasar saham gabungan sebesar USD2,4 triliun (sekitar Rp38.400 triliun) dalam aksi jual di Wall Street, kerugian nilai dalam satu hari terbesar sejak pandemi yang menyebabkan pasar global terpuruk pada tanggal 16 Maret 2020.
Baca Juga: Respons Kebijakan Tarif Trump, Kadin: Pintu Negosiasi Masih Terbuka
Mengutip Investing, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.679,4 poin atau 3,98 persen ke 40.545, S&P 500 turun 4,84 persen ke 5.396, sementara Nasdaq Composite merosot 5,97 persen ke 16.550.
Demikian pula dengan pasar Asia-Pasifik yang melanjutkan penurunannya pada hari ini, mengikuti penurunan tajam di Wall Street setelah tarif Presiden AS Donald Trump mengguncang pasar global. Mengutip CNBC, S&P/ASX 200 Australia hari ini turun 1,06%. Nikkei 225 Jepang turun 1,84% sementara Topix turun 2,35%. Kospi Korea Selatan turun 1,15% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil diperdagangkan 0,68% lebih rendah.
Lihat Juga :