Pemerintah diminta benahi transportasi publik

Jum'at, 10 Februari 2012 - 09:54 WIB
Pemerintah diminta benahi...
Pemerintah diminta benahi transportasi publik
A A A

Sindonews.com — Rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai tidak tepat. Pemerintah dianggap hanya ingin mencari opsi termudah dalam
mengatasi over quota BBM.

Anggota Komisi VII DPR Mardani Ali Sera merisaukan alasan utama pemerintah tersebut adalah karena menaikkan BBM merupakan opsi paling mudah.

“Sungguh sangat disesalkan jika alasan kemudahan menjadi alasan Pemerintah lari dari kesepakatan yang tertuang dalam pasal 7 Undang-Undang APBN 2012. Kami berharap Pemerintah tidak selalu berpikir instan dalam menyelesaikan masalah subsidi BBM karena ini bagian dari Kebijakan Energi Nasional yang perlu pemikiran yang integral, komprehensif dan berkelanjutan. Karenanya, diperlukan keuletan dan kesabaran,” ujar Mardani melalui siaran persnya, Jumat (10/2/2012).

Dia menambahkan, penyebab membengkaknya subsidi bukan hanya disebabkan melonjaknya harga minyak dunia, tapi lebih banyak karena terjadinya kelebihan kuota BBM bersubsidi yang sudah terjadi bertahun-tahun. Solusinya bukan sekedar pembatasan BBM bersubsidi, namun juga pembenahan sistem transportasi publik.

“Salah satu penyebab utama over quota BBM bersubsidi adalah karena sistem transportasi kita yang amburadul, sehingga menyebabkan kemacetan dan inefisiensi penggunaan kendaraan bermotor sehingga menimbulkan pemborosan BBM, “ kata Mardani.

Pada tahun 2011 terdapat 8.244.346 kendaraan roda dua dan 3.118.050 roda empat di Jadebotabek dan sebanyak 50.824.128 kendaraan di seluruh Indonesia yang 65 persen merupakan kendaraan roda dua atau sebanyak 17.788.445 unit dan 33.035.683 kendaraan roda empat.

“Kalau pemerintah melakukan pembenahan sistem transportasi publik dan melakukan perbaikan jalan, maka pemerintah dapat menghemat anggaran dari efisiensi penggunaan kendaraan dan tidak adanya kemacetan sebesar Rp2 triliun untuk Jadebotabek dan Rp18,8 triliun untuk seluruh Indonesia,” tuturnya.

Penghitungan tersebut berdasarkan asumsi, bahwa dengan pembenahan transportasi publik dan perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah, maka masyarakat akan terhindar dari kemacetan dan cenderung memilih transportasi publik yang nyaman dibandingkan menggunakan mobil pribadi.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
27 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
42 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved