AS masih terbuka untuk CPO RI

Jum'at, 10 Februari 2012 - 17:40 WIB
AS masih terbuka untuk...
AS masih terbuka untuk CPO RI
A A A


Sindonews.com - Industri produk sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Indonesia boleh bernafas lega lantaran pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan Indonesia masih bisa mengekspor produk CPO ke negeri Paman Sam itu. Soal masalah lingkungan yang selama ini diperdebatkan, ternyata masih dalam proses pembahasan, belum menjadi keputusan.

"Memang ada peraturan baru, yaitu aturan agency lingkungan, tapi tidak melarang impor palm oil. Ini tidak mencegah impor, Indonesia eksportir palm oil. Jadi Indonesia masih bisa mengekspor," jelas Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia, Scot Marciel di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Aturan tersebut, lanjut Scot, hanya untuk program pemberian kredit bahan bakar. Jadi, jika ada perusahaan yang mengajukan ikut program kredit pemerintah AS dan menggunakan bahan baku minyak sawit dari Indonesia maka tidak akan diterima.

"Dalam aturan ini menyatakan minyak sawit tidak qualified untuk mendapatkan kredit pada program bahan bakar karena tidak memenuhi syarat lingkungan," jelasnya.

Namun, minyak kelapa sawit Indonesia ini masih diperbolehkan jika diperuntukan kosmetik dan makanan. "Kosmetik, makanan, market terus growth. Ini terkait ekspor, tapi tidak terkait itu," ujarnya.

Namun Scot menegaskan peraturan ini belum menjadi keputusan. Karena masih diberikan waktu sekira satu bulan untuk menerima masukkan dari semua pihak.

"Kita masih welcome input, masih meminta input hingga 28 Maret. Kita mau mendengar komentar dari pemerintah dan pihak-pihak lain untuk menentukan keputusan," ujarnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
21 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
45 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved