Ekspor RI ke Hong Kong masih minim
Selasa, 14 Februari 2012 - 13:56 WIB
Ekspor RI ke Hong Kong masih minim
A
A
A
Sindonews.com - Perdagangan antara Indonesia dan Hong Kong yang masih mengalami defisit hingga saat ini. Oleh karena itu, Kadin Indonesia berjanji akan memperbaiki hubungan dagang antar dua negara ini.
"Ekspor Indonesia ke Hong Kong memang masih minim, tetapi saya yakin kita akan mencapai lebih dari yang kita harapkan. Ke depannya akan jauh lebih baik, kita ingin juga investasi Hong Kong meningkat. Hong Kong pintu masuk ke China dan negara lain," ungkap Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia untuk Hong Kong James Budiono di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (14/2/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, Kadin akan bekerja sama dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk bisa dapat road show di Hong Kong dan membuka pasar baru. Sehingga ekspor Indonesia akan terus meningkat.
"Karena biasanya yang ikut pameran di sana dari Arab Saudi. Nah ini yang sedang kita usahakan, tujuannya China dan negara lain," tambahnya.
Walaupun demikian, dia mengakui perdagangan Indonesia dan Hong Kong masih akan defisit beberapa waktu ke depan. "Masih defisit, dalam waktu dekat kita akan menyusul dan meningkatkan dengan meningkatkan investasi Hong Kong yang meminati bidang energi pertambangan dan lain-lain," pungkasnya.
Sekedar informasi, data tahun lalu mencatat total perdagangan antara Indonesia dan Hong Kong mencapai nilai lebih dari USD5,8 miliar, atau tumbuh sebanyak delapan persen dari 2010.
Dilain pihak, Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) yang merupakan perpanjangan tangan bagi para pengusaha barang dan jasa Hong Kong di pasar internasional, menawarkan kesempatan penyelarasan usaha (business matching) sekaligus bantuan publikasi dan bantuan pencarian data (sourcing assistance) secara online, yang bisa menjadi kesempatan emas bagi pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar. (ank)
"Ekspor Indonesia ke Hong Kong memang masih minim, tetapi saya yakin kita akan mencapai lebih dari yang kita harapkan. Ke depannya akan jauh lebih baik, kita ingin juga investasi Hong Kong meningkat. Hong Kong pintu masuk ke China dan negara lain," ungkap Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia untuk Hong Kong James Budiono di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (14/2/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, Kadin akan bekerja sama dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk bisa dapat road show di Hong Kong dan membuka pasar baru. Sehingga ekspor Indonesia akan terus meningkat.
"Karena biasanya yang ikut pameran di sana dari Arab Saudi. Nah ini yang sedang kita usahakan, tujuannya China dan negara lain," tambahnya.
Walaupun demikian, dia mengakui perdagangan Indonesia dan Hong Kong masih akan defisit beberapa waktu ke depan. "Masih defisit, dalam waktu dekat kita akan menyusul dan meningkatkan dengan meningkatkan investasi Hong Kong yang meminati bidang energi pertambangan dan lain-lain," pungkasnya.
Sekedar informasi, data tahun lalu mencatat total perdagangan antara Indonesia dan Hong Kong mencapai nilai lebih dari USD5,8 miliar, atau tumbuh sebanyak delapan persen dari 2010.
Dilain pihak, Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) yang merupakan perpanjangan tangan bagi para pengusaha barang dan jasa Hong Kong di pasar internasional, menawarkan kesempatan penyelarasan usaha (business matching) sekaligus bantuan publikasi dan bantuan pencarian data (sourcing assistance) secara online, yang bisa menjadi kesempatan emas bagi pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar. (ank)
()