Mendag yakinkan pengetatan impor hortikultura aman

Selasa, 14 Februari 2012 - 18:09 WIB
Mendag yakinkan pengetatan...
Mendag yakinkan pengetatan impor hortikultura aman
A A A
Sindonews.com - Menyikapi protes pemerintah Jawa Timur mengenai pemindahan terminal impor produk hortikultura ke Pelabuhan Tanjung Perak, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menekankan bahwa hal tersebut bergantung kepada kesiapan untuk menjaga kualitas produk dalam negeri.

"Kita siap enggak untuk menjaga risiko seperti itu karena memang banyak sekali buah-buahan, sayur-sayuran yang di luar kaleng dan di dalam kaleng yang sudah kita deteksi berapa waktu, 1 dan 2 bulan yang lalu, kita menemukan banyak yang melanggar peraturan dari POM," ujar Gita seusai menghadiri acara di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

Gita menjelaskan semangat dari Kementerian Perdagangan untuk menjaga pintu masuk impor produk hortikultura saat ini adalah ingin menghindari zat-zat yang merusak kesehatan masyarakat, meski ada produksi impor yang memang memiliki teknologi canggih untuk menjaga kualitas holtikulturanya.

"Begini lho, kita semangatnya agar ada sayuran dan buah-buahan yang mengandung mikroorganisme yang kemungkinan tidak baik dikonsumsi kita semua dan ini harus dijaga, ini praktik yang sudah dilakukan oleh banyak sekali dilakukan khususnya negara-negara maju, coba lihat dari sisi karantina, mereka memiliki karantina yang lebih canggih daripada kita," ungkap Gita.

Permasalahan tersebut, menurut Gita, masih berada dalam tahapan pembahasan di tingkat pemerintah. "Mereka sudah mengirim rekomendasi, terus kita lagi membahas hari ini dan besok dengan seluruh pemangku kepentingan dalam negeri termasuk pertanian dan kementerian-kementerian lainnya untuk bagaimana nih. Tentunya Jawa timur sudah komplain kan dan apakah itu terkait dengan wajib dan regulasi tekhnis yang ada ini harus disikapi, supaya yang 130 sampai 140 juta manusia yang di Jawa ini bisa dilindungi gitu lho," tambahnya.

Gita mengingatkan bahwa dalam menjaga kualitas produk harus dalam jangka panjang, Indonesia harus belajar dari negara-negara maju yang memang sudah jelas maju teknologinya.

"Penyikapan ini jangan semata untuk berapa bulan saja tapi kedepannya harus jelas gitu lho, dan akhirnya kita mau menjaga kesehatan dan keselamatan kawan-kawan dimana pun di Indonesia dan kita harus belajar banyak dari proses karantina yang dilakukan oleh negara-negara lain yang bagus," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
8 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
8 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
9 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
10 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved