Kebutuhan investasi infrastruktur USD70 miliar

Rabu, 15 Februari 2012 - 09:24 WIB
Kebutuhan investasi...
Kebutuhan investasi infrastruktur USD70 miliar
A A A


Sindonews.com - Oxford Business Group (OBG) meyakini Indonesia saat ini masih menarik bagi investor. Namun, Indonesia juga dinilai masih memiliki pekerjaan berat di bidang infrastruktur untuk menarik investasi.

Redaktur Regional OBG Paulius Kuncinas menjelaskan, berdasarkan laporan yang disusun pihaknya, diketahui bahwa infrastruktur masih menjadi kelemahan utama Indonesia. Menurut Kuncinas, Indonesia setidaknya membutuhkan USD70 miliar atau sekitar Rp630 triliun untuk membangun infrastruktur dalam lima tahun ke depan.

“Semua investor, baik asing maupun domestik, yang kami wawancarai mengatakan Indonesia harus menggenjot pembangunan infrastruktur jika ingin mengejar pertumbuhan minimal 7 persen. Indonesia harus berinvestasi USD70 miliar untuk infrastruktur,” tutur Kuncinas dalam acara penerbitan OBG Report di Jakarta, Selasa 14 Februari 2012.

Kuncinas menambahkan, tahun 2012 harus menjadi tahun pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dia memuji pemerintah yang mengimplementasikan beberapa rencana pembangunan infrastruktur. Kuncinas juga menjelaskan kesuksesan proyek infrastruktur di suatu daerah bisa berpengaruh besar terhadap proyeklain.

“Bila salah satu proyek infrastruktur sukses, investor akan merasa nyaman meski ada risiko di sana. Saya yakin, masih banyak investor yang sedang menunggu untuk bisa berpartisipasi dalam pembangun infrastruktur di Indonesia,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, pembangunan infrastruktur memang memiliki risiko karena sebagian besar merupakan proyek jangka panjang. Selain itu, dibutuhkan komitmen besar pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung kesuksesan proyek.

Karena itu, Kuncinas senang karena mulai banyak pemerintah daerah di Indonesia yang berinisiatif memotong birokrasi rumit yang sering menghambat investor.

“Kami melihat secara keseluruhan ada perubahan sikap, implementasi serta eksekusi yang semakin baik di level daerah,” jelasnya.

Editorial Manager OBG Jacobo Bermudez de Castro menambahkan, dalam membangun infrastruktur, swasta dan pemerintah harus bisa bekerja sama dalam mekanisme private public partnership (PPP).

Indonesia bisa meniru Australia dan India yang sukses menggandeng swasta dalam membangun infrastrukturnya. OBG Report Indonesia 2012 yang merupakan laporan terperinci mengenai berbagai sektor baik politik, ekonomi, bisnis, dan perbankan di negara ini juga menunjukkan sejumlah fakta menarik.

Indonesia dinilai sangat unik dan tidak bisa disamakan dengan negara ASEAN ataupun emerging countries lainnya. Dengan modal besar pada investasi, konsumsi, perdagangan serta sumber daya alam, Indonesia diyakini bisa masuk dalam 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia 20 tahun mendatang. (bro)

()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
2 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
2 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
4 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
4 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
4 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
4 jam yang lalu
Infografis
Pengadilan China Melelang...
Pengadilan China Melelang 100 Ton Buaya Hidup Rp9,2 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved