Peluang Investasi dalam Tren Penurunan Suku Bunga

Kamis, 31 Oktober 2024 - 19:29 WIB
loading...
Peluang Investasi dalam...
Lelly Susmiati, Fund Manager Insight Investments Management menyampaikan pidato kemenangan setelah menerima penghargaan. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - The Federal Reserve (The Fed) telah mengakhiri periode suku bunga tinggi di pasar global dengan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin ke level 5,25%-5,50% pada September 2024, menandai pemotongan suku bunga pertama sejak 2022.

Berdasarkan Fed Dot Plot atau dokumen proyeksi The Fed, diperkirakan akan ada pemotongan tambahan sebesar 25 basis poin pada November dan Desember tahun ini. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur pada September 2024, dan diperkirakan akan menurunkan suku bunga lebih lanjut sebesar 50 hingga 75 basis poin sejalan dengan ekspektasi penurunan FFR di masa mendatang.

"Dengan perkiraan tren penurunan suku bunga ini berlanjut hingga akhir tahun, yang secara historis sering kali menjadi katalis positif bagi arus masuk dana asing ke Indonesia, hal ini menciptakan peluang bagi aset-aset berisiko di Indonesia," ujar Fund Manager Insight Investments Lelly Susmiati dalam pernyataannya, dikutip Kamis (31/10/2024).

Baca Juga: BI Tetap Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

Lelly menjelaskan bahwa reksa dana pendapatan tetap dengan underlying obligasi berdurasi menengah hingga panjang menjadi instrumen yang menarik di tengah tren penurunan suku bunga. Hal ini disebabkan oleh sensitivitas harga obligasi berdurasi panjang yang lebih tinggi terhadap perubahan suku bunga, sehingga potensi kenaikan harganya lebih optimal dibandingkan dengan obligasi berdurasi pendek.

"Selain itu, potensi aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi Indonesia dapat semakin meningkatkan harga obligasi tersebut. Dengan demikian, investor tidak hanya memperoleh pendapatan kupon, tetapi juga mendapatkan capital gain yang menarik di tengah kondisi penurunan suku bunga," jelas Lelly.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Simak jadwal Timnas...
Simak jadwal Timnas Futsal U-17 Indonesia di VI Nation U-17 Futsal Tournament 2026
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved