PTPP akan terbitkan surat utang Rp250 M
Rabu, 22 Februari 2012 - 16:43 WIB
PTPP akan terbitkan surat utang Rp250 M
A
A
A
Sindonews.com - PT PP Tbk (PTPP) akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) bertahap dengan total mencapai Rp250 miliar. Pada tahap awal, perseroan akan menerbitkan MTN pada Mei 2012.
Sekretaris Perusahaan PTPP Betty Ariana mengatakan, perusahaan kontruksi pelat merah tersebut akan menerbitkan MTN pada kuartal II tahun ini untuk membayar MTN perseroan yang sudah jatuh tempo.
“MTN dengan total Rp250 miliar ini diterbitkan untuk refinancing (pembiayaan kembali) MTN yang jatuh tempo tahun ini,” kata dia di Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Lebih lanjut Betty menjelaskan, MTN PTPP yang jatuh tempo tahun ini sebanyak tiga MTN, dengan total Rp250 miliar. MTN yang akan diterbitkan perusahaan dilakukan secara bertahap, mendekati tanggal jatuh tempo ketiga MTN tersebut.
Adapun, MTN yang akan diterbitkan pada tahap awal diperkirakan dilakukan pada Mei 2012 untuk me-refinancing MTN senilai Rp75 miliar yang akan jatuh tempo pada pertengahan tahun ini. Sementara itu, tenor dari MTN yang akan diterbitkan perusahaan antara 18-24 bulan. “Untuk kuponnya belum dibicarakan karena BI rate juga lagi turun,” ujar Betty.
Disingung mengenai belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini, dia mengungkapkan, sebesar Rp400 miliar. Nilai itu meningkat sekitar 60 persen dibanding alokasi awal senilai Rp250 miliar. Naiknya capex perseroan lantaran jumlah kontrak yang diincar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya tersebut banyak.
Dana capex tahun ini berasal dari kas internal perusahaan dan sisa hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dan kas internal. Per akhir Desember 2011, sisa dana hasil IPO perusahaan sebesar Rp240,017 miliar. Adapun, total dana hasil IPO perusahaan mencapai Rp566,06 miliar.
Betty menambahkan, dana capex tahun ini dialokasikan untuk pembangunan pembangkit listrik sebesar Rp200 miliar, infrastruktur dan properti masing-masing Rp100 miliar. Untuk pembangunan pembangkit listrik, perseroan mengincar empat proyek milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero maupun swasta. Pembangkit tersebut berlokasi di Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, dan Banten. (bro)
()