Perebutan iPad kian sengit

Kamis, 23 Februari 2012 - 11:50 WIB
Perebutan iPad kian...
Perebutan iPad kian sengit
A A A
Sindonews.com - Babak baru sengketa merek "iPad" antara Apple dan Proview terus berlanjut. Kini pengadilan Shanghai menjadi saksi perjuangan dari raksasa teknologi untuk menghindari terganggunya pasokan global iPad.

Apple saat ini sedang menghadapi serangan dari Proview Technology, sebuah perusahaan China yang menyatakan mendaftarkan merek iPad pada 2001. Kemudian Apple mengakui telah membeli hak nama iPad, dari sebuah perusahaan Taiwan yang berafiliasi dengan Proview. Tapi Proview menyatakan masih menjadi pemilik dari nama iPad di China.

Pengacara Proview, Xie Xianghui berargumen bahwa penjualan mereka dagang iPad untuk Apple oleh afiliasi Taiwan pada 2009 itu tidak sah. "Apple tidak memiliki hak untuk menjual iPad dengan nama itu," ujar Xie, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (23/2/2012).

Sebagai bukti di pengadilan, Proview menghadirkan sebuah komputer datar tipis yang dikemas dalam sebuah kotak kardus dan mengatakan bahwa itu adalah 'iPAD'.

Tak mau terima dengan pernyataan Xie, Apple membalasnya dengan mengatakan bahwa Proview telah melanggar kontrak penjualan dengan tidak mengalihkan hak merek dagang di China. Perusahaan besutan Tim Cook itu juga mengklaim, Proview tidak memasarkan iPAD-nya sendiri selama beberapa tahun, sehingga kemungkinan menyangkal klaim untuk merek dagang itu.

Persidangan soal merek dagang ini memang berlangsung 'sengit', dan akibatnya terpaksa ditunda karena sidang yang berlangsung selama empat jam itu tidak terkontrol. Hakim bahkan berulang kali mengingatkan kedua belah pihak untuk mematuhi protokol pengadilan, karena saat itu mereka sedang berada di ruang sidang.

Sidang yang ditunda ini merupakan tindak lanjut oleh pihak berwenang pada pekan lalu, yang dilaporkan menyita iPad milik Apple dari pengecer di empat kota di China. Bahkan Proview menyatakan akan meminta larangan impor dan ekspor tablet itu, sehingga bisa mengganggu pasokan global karena iPad diproduksi di China.

Apple pun tampak memberikan pernyataan tajam terhadap kehadiran Proview. "Mereka tidak memiliki pasar, tidak ada penjualan, tidak ada pelanggan. Mereka tidak ada. iPad sangat populer, sehingga harus mempertimbangkan kepentingan publik juga" kata pengacara Apple tentang Proview, Qu Miao.

Pertimbangan Apple pun dikatakan tidak relevan oleh pihak Proview. "Apakah orang akan kelaparan karena Anda tidak bisa menjual iPad di China, bukan ini masalahnya. Pengadilan harus memerintahkan sesuai dengan hukum, apakah Anda harus menjual produk? Apa tidak bisa menjualnya dengan menggunakan nama yang berbeda," jawab Xie tentang pertimbangan yang disampaikan Apple.

Maka jika tidak ada keputusan akhir yang dibuat pengadilan, Xie mengatakan kedua belah pihak bisa duduk bersama atau musyawarah dan mencapai penyelesaian di luar pengadilan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved