Pengusaha ritel anggap kenaikan BBM wajar

Kamis, 23 Februari 2012 - 18:18 WIB
Pengusaha ritel anggap...
Pengusaha ritel anggap kenaikan BBM wajar
A A A
Sindonews.com - Kalangan pengusaha ritel menilai rencana pemerintah untuk melakukan kenaikan harga Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dinilai wajar. Pasalnya, wacana pembatasan BBM dinilai tidak realistis.

"Kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium dinilai lebih realistis dibandingkan pemerintah memaksa melakukan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi dengan peralihan ke pertamax atau menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG)," ujar Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tatum Rahananta di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Bahkan, Tatum mengatakan harga Rp6.000 per liter itu belum mencapai nilai komersial yang seharusnya. Tatum mendukung kenaikan BBM bersubsidi karena menurutnya tidak mungkin bisa Indonesia distorsi lebih jauh dengan harga-harga internasional.

Tatum menuturkan, meskipun masih banyak masyarakat yang masih membutuhkan BBM subsidi tetapi lebih baik subsidi yang selama ini kita berikan mungkin sebaiknya tidak diberikan dalam bentuk bahan bakar, melainkan lebih kepada pendidikan, kesehatan sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Meskipun pada kenyataannya BBM bersubsidi saat ini masih dipakai oleh semua kalangan, namun pemakaian BBM bersubsidi tidak dipakai oleh industri. Menurut Tatum, industri sudah menggunakan bahan bakar nonsubsidi, meskipun saat ini hanya sebagian kecil masyarakat yang menggunakan bahan bakar nonsubsidi.

"Pemerintah naikkan saja BBM, karena distorsi yang terlalu jauh dengan negara tetangga," tuturnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
15 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
32 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved