BP Migas belum bisa pastikan PJBG Sengkang

Jum'at, 24 Februari 2012 - 16:21 WIB
BP Migas belum bisa...
BP Migas belum bisa pastikan PJBG Sengkang
A A A


Sindonews.com - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) belum bisa memastikan pelaksanaan perjanjian jual beli gas (PJBG) antara Energy Equity Epic Sengkang (EEES) dan BUMD PT Wajo Energi Jaya. PJBG itu untuk mengalokasikan gas 5 Millions of Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) yang akan dikelola Pemkab Wajo melalui BUMD PT Wajo Energi Jaya.

”Proses PJBG biasanya agak lama karena harus menyatukan beberapa kepentingan yang berbeda,” kata Perwakilan BP Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Yayat Hidayat Kamis 23 Februari 2012.

Ditanya mengenai kapan kepastian PJBG tersebut, Yayat Hidayat mengaku, PJBG saat ini masih berproses di Divisi Pemanfaatan Gas BP Migas. ”Yah, masih berproses. Mengenai PJBG, nanti setelah ada kesepakatan harga antara penjual dan pembeli,” ujar dia.

Direktur BUMD PT Wajo Energi Jaya A Tamrin mengungkapkan, hingga saat ini belum ada kesepakatan PJBG karena BP Migas seolah terus mengulur waktu.

”Sering ada pertemuan, tetapi BP Migas selalu beralasan sehingga tidak ada hasil. Salah satu alasan mereka adalah administrasi yang kurang, padahal administrasi tersebut mereka sendiri yang bikin,” ungkap dia.

Disinggung mengenai pernyataan perwakilan BP Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Yayat Hidayat bahwa proses PJBG dilakukan setelah ada kesepakatan harga antara penjual dan pembeli, A Tamrin mengaku, selama ini pertemuan dengan BP Migas dan EEES belum ada negosiasi harga.

”Tidak pernah ada negosiasi harga, lagi pula kenapa harga mesti dipersoalkan. EEES kan menikmati gas Wajo sudah sekian tahun. Mereka menyuplai sekian banyak gas untuk pembangkit listrik,” ujar dia.

Sementara itu, Presiden EEES Andy Rainto belum bisa memberikan keterangan pasti terkait rencana perjanjian jual beli gas (PJBG) tersebut. ”Update tentang progres PJBG gas Kota Sengkang sesuai hasil rapat di Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terakhir, beberapa waktu lalu, kami (EEES) menunggu undangan untuk memulai negosiasi,” ungkap dia.

Diketahui, PJBG tersebut sangat menentukan alokasi gas 5 MMSCFD yang akan dikelola Pemkab Wajo melalui BUMD Wajo Energi Jaya. Rencananya, 1 MMSCFD dialokasikan untuk city gas dan sisanya pembangkit tenaga listrik.

Khusus untuk city gas, pembangunan jaringan tak lama lagi rampung. Ada kekhawatiran city gas belum bisa dioperasikan di Sengkang tahun ini. Keterlambatan PJBG antara BP Migas dan EEES itu menjadi penyebabnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
11 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved