RI-Uni Eropa sosialisasikan kerjasama CEPA

Senin, 27 Februari 2012 - 12:05 WIB
RI-Uni Eropa sosialisasikan...
RI-Uni Eropa sosialisasikan kerjasama CEPA
A A A
Sindonews.com - Indonesia dan Uni Eropa telah menyepakati akan melakukan sosialisasi sebelum adanya proses negoisasi untuk meneruskan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Menurut Ketua Komisi VI DPR-RI Airlangga Hartanto, hubungan dagang yang terjalin antara Uni Eropa dan Indonesia sifatnya saling melengkapi dan berbeda dengan hubungan dagang yang terjadi dengan China dalam Asean China Free Trade Area (ACFTA).

"Waktu kita mau kerjasama ACFTA, tidak pernah ada sosialisasi. Publik tidak pernah tahu apa-apa, tiba-tiba saja berlaku. Tapi kalau CEPA ini tidak, kita akan terus lakukan sosialisasi sehingga bisa jadi masukan bagi kedua negara agar menyelenggarakan hubungan dagang yang saling menguntungkan," ujarnya di Graha Niaga, Jakarta, Senin (27/2/2012).

Airlangga juga menambahkan, bahwa di tahun 2011 lalu Uni Eropa adalah investor kedua terbesar ke Indonesia setelah Singapura dengan nilai sebesar USD2,2 miliar, dan Indonesia mendapatkan surplus sebesar USD8 miliar.

"Kerjasama ini nantinya juga akan menyediakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia tentunya. Melalui penanaman modal yang substansial," jelasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Hubungan Ekonomi Internasional Emirsyah Satar menyatakan dalam masa sosialisasi sampai dengan negoisasi ini menghabiskan waktu kurang lebih tiga sampai enam bulan. Kemudian, jika hal tersebut telah terpenuhi maka negosiasi akan terjadi.

"Setelah sosialisasi selesai mungkin tiga sampai dengan enam bulan nanti, maka akan lanjut negosiasi. Masa negosiasinya bisa memakan waktu antara dua sampai tiga tahun," papar Sofyan.

Disamping itu, Direktur Operasional External Action Service Uni Eropa David O Sullivan yang merupakan wakil dari Uni Eropa menyatakan bahwa hubungan dagang ini akan bersifat menguntungkan bagi kedua negara.

"Kita melihat potensi yang besar dengan perdagangan kedua negara dan semoga saja akan memberikan keuntungan serta capacity building. Negosiasi kedua negara akan terus berlangsung melalui grup vision," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
20 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
43 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved