Gerakan Beli Indonesia tak cetak masyarakat konsumtif

Kamis, 01 Maret 2012 - 12:31 WIB
Gerakan Beli Indonesia...
Gerakan Beli Indonesia tak cetak masyarakat konsumtif
A A A
Sindonews.com - Gerakan Beli Indonesia (GBI) yang belum lama dideklarasikan tidak membuat masyarakat Indonesia semakin konsumtif melainkan menjadikan lebih produktif.

"GBI ini bukan berarti kita harus anti dengan produk asing melainkan bagaiman mengajak masyarakat indonesia untuk lebih cinta produk-produk dalam negeri," kata Kordinator GBI Jawa Timur Lukman Setiawan saat berkampanye GBI di Darmo Trade Center, Jalan Wonokromo, Surabaya, Kamis (1/3/2012).

Ia juga meminta, dengan gerakan ini tentunya harus diberengi dengan sejumlah kebijakan pemeritah baik dari legeslatif maupun eksekutif. Sebagaimana diketahui, banyak produk-produk yang beredar hampir dikuasai oleh asing di atas 60 persen. Seperti, produk air minum, farmasi hingga elektronik. Padahal, bangsa Indonesia mampu membuat produk-produk tersebut. Hanya saja antusias masyarakat saja yang masih lemah.

GBI sendiri adalah memberikan pemahaman bagaimana masyarakat bisa memilih produk-produk Indonesia ini dengan mudah. Metode yang digunakan adalah edukasi pasar.

Artinya, dengan edukasi pasar ini bagaimana masyarakat lebih bijak dalam memilih produk dalam negeri. Sedangkan bagi para pedagang pasar mampu menyediakan barang yang mudah dijangkau dan berkualitas bagi pembeli.

Menurutnya, GBI ini tidak lagi mencetak masyarakat yang konsumtif melainkan lebih produktif. Banyaknya permintaan produk dalam negeri tentunya akan menambah gairah ikilm usaha di negeri sendiri.

"Karena negara besar adalah negara yang produktif. Nantinya pendidikan di indonesia lebih banyak memuat tentang kewirausahaan. Sehingga bagaimana kita menjual produk bukan membeli," tukasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
38 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
50 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved