Tingkatkan penerimaan negara, BBM tak perlu naik

Senin, 05 Maret 2012 - 17:28 WIB
Tingkatkan penerimaan...
Tingkatkan penerimaan negara, BBM tak perlu naik
A A A
Sindonews.com - Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada 1 April mendatang kembali menuai pertentangan banyak pihak. Kali ini fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI menyatakan bahwa jika pemerintah membenahi birokrasi dan menertibkan semua sumber penerimaan negara sehingga tidak ada alasan pemerintah untuk membebani rakyat dengan kenaikan harga BBM.

"Subsidi sudah tepat sasaran, jadi tidak ada alasan pemerintah untuk menurunkan apalagi membebani dengan kenaikan harga. Jika pemerintah membenahi birokrasi dan menertibkan semua sumber penerimaan negara maka yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu subsidi untuk rakyat seharusnya makin meningkat. Itulah kenapa good governance harus ditegakkan," ucap Anggota Komisi VII dari fraksi PDIP Dewi Aryani Hilman kepada Sindonews, Senin (5/3/2012).

Dia juga menambahkan partainya secara tegas menolak keras ide pemerintah untuk menaikkan BBM yang didasari oleh kenaikan harga minyak dunia tersebut.

"Kami menolak dengan tegas. Berbagai indikator konstitusi dan rasional ekonomi kerakyatan tidak dijelaskan pemerintah secara gamblang," ucapnya.

Menurut wanita yang juga anggota pengurus bidang perempuan dan anak DPP PDIP ini, negara tidak dapat menjelaskan secara transparan penerimaan negara baik dari sektor pajak maupun nonpajak.

"Akibatnya rakyat hanya diberikan beban pengeluaran negara yang boros, tetapi sekaligus rakyat menjadi kambing hitam. Jelas atas nama rakyat kami tolak usulan kenaikan pembatasan maupun kenaikan harga BBM subsidi tersebut," tambahnya.

Dewi menambahkan, data menunjukkan bahwa selama tahun 2010 total belanja birokrasi sebesar 48,9 persen, 2011 sebesar 49,6 persen, dan 2012 sebesar 51,4 persen.
,
"Namun ironisnya, angka subsidi BBM justru menurun tajam, tahun 2010 sebesar 7,89 persen, 2011 9,82 persen dan tahun 2012 menjadi sebesar 8,71 persen," imbuhnya.

Sementara itu, kata Dewi, konsumsi belanja bensin berdasarkan tingkatan pengeluaran rumah tangga sebagian besar justru berada di rakyat miskin sebesar 29 persen dan kelas menengah kebawah sebesar 36 persen.

Seperti diketahui pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi karena harga minyak mentah dunia yang naik. Serta pemerintah berencana akan menaikkan harga premium dan solar menjadi Rp6.000 per liter dari sebelumnya Rp4.500 per liter. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved