Konsumsi GKP Sulsel diprediksi 120.000 Ton

Selasa, 06 Maret 2012 - 22:56 WIB
Konsumsi GKP Sulsel...
Konsumsi GKP Sulsel diprediksi 120.000 Ton
A A A
Sindonews.com - Konsumsi gula kristal putih (GKP) Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun ini diprediksi sebanyak 120.000 ton. Jumlah tersebut, tidak jauh berbeda dengan tahun 2011.

Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu (Apegti) Sulsel Natsir Mansyur mengatakan, rata-rata konsumsi GKP orang Sulsel, sebanyak 12,5 kilo gram (Kg) per kapita per tahun.

Dia menyebutkan, jika dihitung rata-rata, tahun ini konsumsi gula di Sulsel hanya sebanyak 120.000 ton. ''Namun, konsumsi gula dan produksi kita tidak seimbang,” paparnya, Selasa (6/3/2012).

Natsir menjelaskan, produksi GKP dari pabrik PT Perkebunan Nusantara XIV yang beroperasi di Sulsel, hanya sebanyak 25.000 ton. ''Kita masih kekurangan sekitar 90.000 ton per tahun,” sebutnya.

Dia mengatakan, sisanya harus didatangkan dari Pulau Jawa. Selain itu, kekurangan lainnya dimanfaatkan produsen gula rafinasi. ''Sulit menahan peredaran gula rafinasi kalau produksi gula kita sedikit,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini harga GKP dipasaran cenderung stabil dan masih dikisaran Rp 11.000 per Kg. ''Tapi kalau Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi naik, pasti harga gula juga akan ikut naik,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia (APPTSI) Makassar Abdul Wahab Tahir mengaku, saat ini stok GKP di tiga pabrik gula di Sulsel kosong. ''Semua sudah dibeli pedagang,” katanya.

Dalam kondisi seperti itu, dia meminta pemerintah melakukan pengawasan untuk mengendalikan harga. “Saat ini harga gula ditingkat pedagang eceran sekitar Rp13.500 per kg,” jelasnya.

Menurut dia, harga tersebut masih akan terus naik. Seiring dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, April nanti. “Kami prediksi, kenaikannya bisa mencapai Rp 15.000 per kg,” sebutnya.

Tapi kenaikannya bertahap. Saat ada rencana kenaikan BBM beberapa waktu lalu, pedagang sudah menaikkan harga gula. Setelah BBM naik, harga gula juga akan menyusul. “Bisa jadi dua kali naik,” katanya.

Dia memprediksi pasca kenaikan BBM pada bulan April nanti, akan terjadi kepanikan pasar. “Harga-harga pun pasti akan mengikuti mekanisme pasar,” pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
10 menit yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
19 menit yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
45 menit yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
50 menit yang lalu
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
2 jam yang lalu
Infografis
Pengadilan China Melelang...
Pengadilan China Melelang 100 Ton Buaya Hidup Rp9,2 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved