Kemenhub godok PP penerapan denda penerbangan

Rabu, 07 Maret 2012 - 15:16 WIB
Kemenhub godok PP penerapan...
Kemenhub godok PP penerapan denda penerbangan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah tengah menggodok kemungkinan mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang penerapan denda di dunia penerbangan. Untuk itu, Kementerian Perhubungan tengah mengkaji penerapan denda kepada pengelola bandara, petugas ground handling, dan maskapai penerbangan.

Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay menilai selama ini prosedur penerapan denda masih mengikuti prosedur yang lama dimana harus ditetapkan berdasarkan hasil keputusan pengadilan terlebih dahulu yang sebelumnya dilakukan penyelidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

“Ini perlu disusun peraturan baru mengenai denda kepada entitas penerbangan di Tanah Air, karena selama ini proseduralnya cukup berbelit dan membutuhkan waktu lama,” ujar Herry sebagaimana dikutip dari situs Kementerian Perhubungan, Rabu (7/3/2012).

Herry mengemukakan, di negara lain, peraturan denda kepada pelaku penerbangan sudah berlaku dan pengenaannya bisa langsung tanpa proses pengadilan, dan dana denda tersebut dimasukan dalam pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Pihaknya, lanjut Herry, juga berharap agar di Indonesia bisa diterapkan pola denda seperti itu sehingga tidak berlarut-larut apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan pihak-pihak penerbangan seperti yang disebutkan di atas.

Denda yang akan dikenakan tersebut, lanjut Herry, misalnya terjadinya kekeliruan pengelola bandara yang menjadi penyebab pesawat terlambat terbang atau delay. Selama ini denda yang diberikan hanya dikenakan sanksi administratif, tidak dikenakan denda.

“Kami akan melakukan pengkajiannya agar segera bisa direalisasikan peraturan pemerintah mengenai denda penerbangan,” imbuh Herry.

Saat ini sudah ada Peraturan Menteri Perhubungan No.77/2011 mengenai Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara yang mengatur soal denda bagi maskapai yang terlambat terbang atau delay, juga Keputusan Menteri No.25/2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan untuk mengeluarkan peraturan baru, harus melakukan kajian akademisi. Untuk itu pihaknya membutuhkan masukan dari akademisi dan pihak-pihak lain.

“Peraturan ini memang diperlukan, agar pengelola bandara dan pelaku penerbangan lainnya bisa menghindari berbuat kelalaian atau kesalahan,” ujar Bambang.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
15 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
Syahrul Yasin Limpo...
Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp300 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved