ASEAN-India hasilkan 14 proposal kerjasama
Rabu, 07 Maret 2012 - 17:13 WIB
ASEAN-India hasilkan 14 proposal kerjasama
A
A
A
Sindonews.com – The 2nd ASEAN-India Working Group on Agriculture and Forestry (AIWGAF) Cooperation atau pertemuan kedua kelompok kerja bidang pertanian dan kehutanan negara-negara ASEAN-India yang berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang 6-8 Maret ini, menghasilkan 14 proposal kerjasama negara-negara ASEAN-India, di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Hari Priyono mengatakan, hasil pertemuan ASEAN-India, menyepakati beberapa program kerjasama dan pelatihan di bidang pertanian, kehutanan dan perikanan.
“India dan negara-negara ASEAN, mengusulkan kurang lebih 14 proposal kerjasama, yang akan diputuskan lebih lanjut, mana yang akan diimplementasikan terlebih dahulu nantinya,” kata Hari Priyono, di Palembang, Rabu (7/3/2012).
14 proposal kerjasama tersebut, menurut Hari, diinisiasi oleh tiga negara ASEAN, yaitu Indonesia, Thailand dan Malaysia. Proposal yang diajukan dan sepenuhnya mendapat respon positif India, tersebut diantaranya berupa kerjasama terkait tukar menukar dan magang petani; beasiswa bagi warga ASEAN yang ingin menuntut ilmu di India; program kerjasama terkait produksi dan processing di bidang pertanian, khususnya holtikultura maupun komoditi-komoditi tanaman pangan; kerjasama di bidang kehutanan, terkait pemberdayaan masyarakat kehutanan; juga beberapa workshop (pelatihan) terkait perubahan iklim (climate change).
Selain itu, Hari menambahkan, The 2nd AIWGAF Cooperation ini juga memutuskan, pertemuan lanjutan tingkat Menteri level ASEAN-India, akan dilakukan di New Delhi, India, tahun depan.
“Ruang lingkup kerjasama sudah diputuskan, hanya tinggal scheduling saja, tergantung skala prioritas, termasuk pertimbangan supporting financial,” beber Hari Priyono, lagi.
Lebih lanjut, Hari Priyono menerangkan, khusus untuk Indonesia sendiri, menginisiasi tiga proposal dalam The 2nd AIWGAF Cooperation, berupa kerjasama dibidang kehutanan, perikanan dan capacity building (training dan pertukaran pelatihan petani), sementara Thailand menginisiasi empat proposal kerjasama, dan Malaysia menginisiasi sembilan proposal.
Kepala bidang (Kabid) Regional, Pusat Kerjasama Luar Negeri Kementan, Andy Jaya Dermawan menambahkan, pelaksanaan AIWGAF yang kedua ini, juga menandai sebuah kedekatan dan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara negara-negara ASEAN dengan India.
Semula menurut dia, hubungan kerjasama ini ditujuan untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan, pertukaran teknologi dan informasi kerjasama pada penelitian dan pengembangan, mendorong pengembangan industri yang berhubungan dengan pertanian dan kehutanan, serta untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia.
”Salah satu agenda penting yang dibahas adalah action plan, ASEAN-India 2012-2015. Melalui pertemuan ini, kegiatan pertanian, kehutanan serta perikanan di ASEAN, khususnya di sektor pangan segera dapat di-implementasikan,” tukas Andy Jaya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menyatakan, Sumsel sungguh mendapat kehormatan tersendiri, ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan forum konferensi internasional serupa ini.
“Sungguh suatu kehormatan bagi Sumsel, pelaksanaan sebuah internasional conference, sekarang tidak saja dilaksanakan di Jakarta dan Bali, tapi juga di Sumsel,” kata Alex.
Sumsel sebagai penyumbang ketahanan pangan di Indonesia, dengan surplus 1,2 juta ton beras di tahun 2011 lalu, dan mendapat target 1,6 juta ton beras per tahun dari pemerintah pusat di 2012 ini. Ditambah, luas hutan yang cukup dan masih terjaga, juga garis pantai lebih 1.500 Km, menurut Alex, seluruh potensi yang diharapkan dalam kerjasama ASEAN-India ini dimiliki Sumsel.
“Ini kesempatan bagi Indonesia, untuk bekerjasama dalam lingkup ASEAN-India, dan jika jeli, yang paling depan menarik manfaatnya adalah Sumsel. Untuk itu, seluruh delegasi Sumsel yang hadir di forum ini, harus menarik manfaat dari kesempatan ini sebaiknya, dalam bentuk kerjasama apa pun, tak hanya dalam bentuk produksi, tapi juga kemampuan (knowledge) petani Sumsel tentunya,” tukas Alex.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Hari Priyono mengatakan, hasil pertemuan ASEAN-India, menyepakati beberapa program kerjasama dan pelatihan di bidang pertanian, kehutanan dan perikanan.
“India dan negara-negara ASEAN, mengusulkan kurang lebih 14 proposal kerjasama, yang akan diputuskan lebih lanjut, mana yang akan diimplementasikan terlebih dahulu nantinya,” kata Hari Priyono, di Palembang, Rabu (7/3/2012).
14 proposal kerjasama tersebut, menurut Hari, diinisiasi oleh tiga negara ASEAN, yaitu Indonesia, Thailand dan Malaysia. Proposal yang diajukan dan sepenuhnya mendapat respon positif India, tersebut diantaranya berupa kerjasama terkait tukar menukar dan magang petani; beasiswa bagi warga ASEAN yang ingin menuntut ilmu di India; program kerjasama terkait produksi dan processing di bidang pertanian, khususnya holtikultura maupun komoditi-komoditi tanaman pangan; kerjasama di bidang kehutanan, terkait pemberdayaan masyarakat kehutanan; juga beberapa workshop (pelatihan) terkait perubahan iklim (climate change).
Selain itu, Hari menambahkan, The 2nd AIWGAF Cooperation ini juga memutuskan, pertemuan lanjutan tingkat Menteri level ASEAN-India, akan dilakukan di New Delhi, India, tahun depan.
“Ruang lingkup kerjasama sudah diputuskan, hanya tinggal scheduling saja, tergantung skala prioritas, termasuk pertimbangan supporting financial,” beber Hari Priyono, lagi.
Lebih lanjut, Hari Priyono menerangkan, khusus untuk Indonesia sendiri, menginisiasi tiga proposal dalam The 2nd AIWGAF Cooperation, berupa kerjasama dibidang kehutanan, perikanan dan capacity building (training dan pertukaran pelatihan petani), sementara Thailand menginisiasi empat proposal kerjasama, dan Malaysia menginisiasi sembilan proposal.
Kepala bidang (Kabid) Regional, Pusat Kerjasama Luar Negeri Kementan, Andy Jaya Dermawan menambahkan, pelaksanaan AIWGAF yang kedua ini, juga menandai sebuah kedekatan dan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara negara-negara ASEAN dengan India.
Semula menurut dia, hubungan kerjasama ini ditujuan untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan, pertukaran teknologi dan informasi kerjasama pada penelitian dan pengembangan, mendorong pengembangan industri yang berhubungan dengan pertanian dan kehutanan, serta untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia.
”Salah satu agenda penting yang dibahas adalah action plan, ASEAN-India 2012-2015. Melalui pertemuan ini, kegiatan pertanian, kehutanan serta perikanan di ASEAN, khususnya di sektor pangan segera dapat di-implementasikan,” tukas Andy Jaya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menyatakan, Sumsel sungguh mendapat kehormatan tersendiri, ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan forum konferensi internasional serupa ini.
“Sungguh suatu kehormatan bagi Sumsel, pelaksanaan sebuah internasional conference, sekarang tidak saja dilaksanakan di Jakarta dan Bali, tapi juga di Sumsel,” kata Alex.
Sumsel sebagai penyumbang ketahanan pangan di Indonesia, dengan surplus 1,2 juta ton beras di tahun 2011 lalu, dan mendapat target 1,6 juta ton beras per tahun dari pemerintah pusat di 2012 ini. Ditambah, luas hutan yang cukup dan masih terjaga, juga garis pantai lebih 1.500 Km, menurut Alex, seluruh potensi yang diharapkan dalam kerjasama ASEAN-India ini dimiliki Sumsel.
“Ini kesempatan bagi Indonesia, untuk bekerjasama dalam lingkup ASEAN-India, dan jika jeli, yang paling depan menarik manfaatnya adalah Sumsel. Untuk itu, seluruh delegasi Sumsel yang hadir di forum ini, harus menarik manfaat dari kesempatan ini sebaiknya, dalam bentuk kerjasama apa pun, tak hanya dalam bentuk produksi, tapi juga kemampuan (knowledge) petani Sumsel tentunya,” tukas Alex.
()