Pemkab minta PT JMI prioritaskan tenaga lokal

Jum'at, 09 Maret 2012 - 10:03 WIB
Pemkab minta PT JMI...
Pemkab minta PT JMI prioritaskan tenaga lokal
A A A


Sindonews.com - Pemkab Kulonprogo meminta kepada PT Jogja Magasa Iron (JMI), penambang pasir besi di pesisir pantai, mengutamakan tenaga lokal. Pemkab mempersilakan PT JMI mempekerjakan tenaga asing selama pekerjaan itu tidak bisa dilakukan warga lokal.

Sekretaris Daerah Kulonprogo Budi Wibowo mengatakan, komposisi tenaga kerja pada proyek penambangan pasir besi di Kulonprogo perlu mendapat perhatian serius. Terlebih, saat ini Kulonprogo butuh lapangan pekerjaan untuk menekan angka pengangguran. “Kami minta PT JMI mengutamakan tenaga lokal,” ujarnya Kamis 8 Maret 2012.

Terkait tenaga kerja ini, Pemkab Kulonprogo akan memberikan persyaratan bagi tenaga asing yang bekerja di penambangan pasir besi.

Persyaratan itu sangat penting agar tenaga lokal tidak terpinggirkan atau tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. “Harapan kami, tenaga asing yang ada diharapkan hanya sebagai tenaga pendamping tenaga lokal,” ucapnya.

Sekda juga mengkritisi PT JMI yang belum ada ketegasan dalam proyek tersebut. Misalnya, master plan belum sempurna serta kegiatan kontraktor yang dinilai lamban terutama dalam pilot project di Karangwuni.

Budi juga berharap PT JMI memerintahkan para teknisi yang berwenang, wajib berada di lapangan dalam 24 jam. Paling tidak wakil atau orang yang mampu dan memiliki keahlian teknis yang dibutuhkan ada di tempat penambangan sehingga bisa membantu mengawasi jalannya pekerjaan.

Presiden Direktur PT JMI, Michael O’Connel menjelaskan, saat ini PT JMI yang berkantor pusat di Yogyakarta sudah mempekerjakan 85 pekerja dari Kulonprogo, Bantul 5 orang, Sleman 10 orang, Yogyakarta 8 orang.

Sementara pekerja lokal di luar provinsi DIY ada 29 orang. “PT JMI akan berusaha mengutamakan pekerja lokal untuk pekerjaan dalam lingkup lokal,” ucapnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
26 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved