Jabar antisipasi dampak kenaikan BBM

Sabtu, 10 Maret 2012 - 11:01 WIB
Jabar antisipasi dampak...
Jabar antisipasi dampak kenaikan BBM
A A A
Sindonews.com - Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April mendatang, diprediksi akan menyebabkan inflasi di Jawa Barat (Jabar) hingga 3 persen. Sehingga pada akhir 2012, inflasi di Jabar menjadi 6 persen.

Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengungkapkan, prediksi inflasi mengacu pada kenaikan BBM 2008 yang mencapai 33, 3 persen. Hal itu berdampak pada kehidupan sosial seperti kemiskinan dan kenaikan harga barang.

"Ada memang dampak sosialnya, tetapi akan normal kembali. Kita harap dampaknya sekarang tidak terlalu lama dan bisa segera stabil kembali," kata Dede, usai rapat koordinasi antisipasi kenaikan bahan bakar minyak di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat, kemarin.

Lanjut Dede, untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM itu Pemprov Jabar memiliki kelompok kerja (Pokja). Pokja ini tim bersama yang dibentuk Polda Jabar dan stakeholder. "Kita sudah ada pokja untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM," ungkapnya.

Pokja akan diperkuat SK Gubernur, melibatkan Asisten Perekonomian, Pertamina, Hiswana Migas, yang berwenang melakukan pemantauan, sosialisasi, kerjasama untuk melakukan operasi pasar.

"Kita jaga stock pangan, stock BBM, kebutuhan pokok masyarakat. Saat ini kondisinya masih aman, harga-harga belum ada kenaikan signifikan," katanya.

Selain itu, untuk Jabar stock BBM masih cukup selama 48 hari ke depan, begitu juga pangan cukup sampai 3 bulan.

Selain itu sosialisasi akan dilakukan kepada masyarakat supaya tidak terjadi kepanikan, antrean pembelian dan penimbunan. Untuk itu kepolisian sudah siap diterjunkan untuk menindak tegas spekulan atau penimbun-penimbun.

"Kita siap mengantisipasi. Pokoknya kita jaga inflasi di Jabar yang Kini masih di bawah tiga persen pertahun," tegasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved