Paylater Digandrungi Gen Z dan Milenial, Tumbuh 3 Kali Lipat Dibanding Kartu Kredit
Kamis, 16 Januari 2025 - 17:52 WIB
loading...
Paylater tumbuh tiga kali lipat jauh lebih tinggi dibanding kartu kredit, dimana pengguna fasilitas buy now pay later (BNPL) masih didominasi oleh generasi muda yakni Gen Z dan Milenial. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) tumbuh tiga kali lipat jauh lebih tinggi dibanding kartu kredit . PEFINDO Biro Kredit (IdScore) menyampaikan, pengajuan fasilitas kredit paylater mencapai 48,4 juta per Oktober 2024. Sementara kartu kredit hanya sebesar 13,9 juta.
Dari segi pertumbuhan, penetrasi kredit pay later tumbuh signifikan mencapai 28,64%, sedangkan kartu kredit hanya bertumbuh 3,22%. Baca Juga: Terungkap Alasan Pengguna Paylater Dibatasi Minimal Gaji Rp3 Juta
Direktur Utama IdScore, Tan Glant Saputrahadi mengatakan, sejumlah faktor disebut memengaruhi pertumbuhan BNPL jika dibandingkan kartu kredit yakni adanya fleksibilitas dan kenyamanan, promo menarik, terdapat kemudahan atau instant approval, UI-UX yang relevan dengan kalangan muda dan dinilai selaras dengan gaya hidup, serta terintegrasi dengan online merchant atau e-commerce.
“Yang paling penting alasannya bagi kalangan muda, karena disitu sudah terintegrasi dengan transaksi langsung,” kata Tan Glant dalam Media Gathering di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Per November 2024, pertumbuhan fasilitas BNPL tercatat sebesar 24,53 persen secara tahunan, dengan total nilai portofolio kredit mencapai Rp35,14 triliun. Ke depan, pertumbuhan BNPL diproyeksikan akan mencapai 30% pada Desember 2025, sejalan dengan prediksi pertumbuhan portofolio kredit nasional yang juga diperkirakan mencapai dua digit.
Tan Glant mengungkapkan, pertumbuhan itu didorong oleh integrasi fasilitas BNPL ke dalam layanan perbankan. Pasalnya, bank umum semakin agresif memasuki bisnis BNPL dengan pertumbuhan secara tahunan yang signifikan mencapai 68,24 persen.
“Karena mereka (bank umum) sudah punya kekuatan dana, cost of fund-nya juga lebih murah dibandingkan pemain-pemain pay later pada umumnya, sehingga mereka lebih disukai,” ujar Tan Glant.
Dari segi pertumbuhan, penetrasi kredit pay later tumbuh signifikan mencapai 28,64%, sedangkan kartu kredit hanya bertumbuh 3,22%. Baca Juga: Terungkap Alasan Pengguna Paylater Dibatasi Minimal Gaji Rp3 Juta
Direktur Utama IdScore, Tan Glant Saputrahadi mengatakan, sejumlah faktor disebut memengaruhi pertumbuhan BNPL jika dibandingkan kartu kredit yakni adanya fleksibilitas dan kenyamanan, promo menarik, terdapat kemudahan atau instant approval, UI-UX yang relevan dengan kalangan muda dan dinilai selaras dengan gaya hidup, serta terintegrasi dengan online merchant atau e-commerce.
“Yang paling penting alasannya bagi kalangan muda, karena disitu sudah terintegrasi dengan transaksi langsung,” kata Tan Glant dalam Media Gathering di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Per November 2024, pertumbuhan fasilitas BNPL tercatat sebesar 24,53 persen secara tahunan, dengan total nilai portofolio kredit mencapai Rp35,14 triliun. Ke depan, pertumbuhan BNPL diproyeksikan akan mencapai 30% pada Desember 2025, sejalan dengan prediksi pertumbuhan portofolio kredit nasional yang juga diperkirakan mencapai dua digit.
Tan Glant mengungkapkan, pertumbuhan itu didorong oleh integrasi fasilitas BNPL ke dalam layanan perbankan. Pasalnya, bank umum semakin agresif memasuki bisnis BNPL dengan pertumbuhan secara tahunan yang signifikan mencapai 68,24 persen.
“Karena mereka (bank umum) sudah punya kekuatan dana, cost of fund-nya juga lebih murah dibandingkan pemain-pemain pay later pada umumnya, sehingga mereka lebih disukai,” ujar Tan Glant.
Lihat Juga :