PT DI serahkan pesawat pesanan Korsel

Sabtu, 10 Maret 2012 - 12:17 WIB
PT DI serahkan pesawat...
PT DI serahkan pesawat pesanan Korsel
A A A


Sindonews.com - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menyerahkan pesawat CN 235/MPA (Maritime Patrol Aircraft) kepada Korean Coast Guard (KCG) di Hanggar CN 235 PT DI, Bandung, Jumat 9 Maret 2012.

Ini merupakan pesawat keempat yang diserahterimakan. Penyerahan itu disaksikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Kim Young-sun.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, penyerahan pesawat CN-235/MPA keempat (yang terakhir sesuai pesanan) menunjukkan bahwa kepercayaan negara maju terhadap PT DI masih terus berjalan.

“Ini sekali lagi membuktikan kepada dunia bahwa putra-putri Indonesia mampu menguasai dan mengembangkan teknologi dirgantara,” kata Budi.

Budi berharap kepercayaan terhadap PT DI tetap terpelihara dengan baik. Selama ini Korsel merupakan pasar potensial PT DI. Sebanyak delapan unit CN-235 telah dioperasikan angkatan udara negara itu. Perincian dari delapan pesawat itu adalah enam unit versi military transport dan dua unit versi VIP/VVIP.

Budi melanjutkan, seusai diserahterimakan, pesawat CN-235 pesanan terakhir KCG tersebut selanjutnya akan diterbangkan pilot Captain Adi Budi Atmoko dan kopilot Captain Ester Gayatri Saleh ke Korsel dengan rute Bandung–Tarakan–Clark (Filipina)–Taipei (Taiwan)–Gimpo (Korsel).

Diperkirakan perjalanan memakan waktu tiga hari dua malam. Sebelum diterbangkan ke Korsel, pesawat telah menjalani serangkaian pengujian sesuai prosedur yang berlaku dan dilakukan uji penerimaan (acceptanse test).

Kontrak pembelian empat pesawat CN-235/ MPA KCG ini ditandatangani pada Desember 2008 lalu dengan nilai kontrak sebesar 94,5 juta USD. Pesawat pertama dan kedua diserahkan Mei 2011, disusul pesawat ketiga pada Desember lalu. Pesawat CN 235/MPA merupakan versi terbaru PT DI dengan spesifikasi patroli maritim.

Mengandalkan sepasang mesin General Electric CT7-C9 yang masing-masing berkekuatan 1750 daya kuda (Shp), pesawat ini dilengkapi radar untuk mendeteksi kapal-kapal di perairan.

Sementara itu Sjafrie menuturkan, pemesanan pesawat oleh Korsel ini menunjukkan hubungan baik kedua negara. Saat ini Indonesia-Korsel juga menjalin kerja sama pembuatan pesawat tempur generasi 4.5.

Selain itu, kerja sama tersebut menjadi bukti kemampuan industri kedirgantaraan Indonesia di kancah internasional. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
57 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved