Tingkatkan produksi pertanian, Kementan dikucuri Rp2 T
Rabu, 14 Maret 2012 - 14:32 WIB
Tingkatkan produksi pertanian, Kementan dikucuri Rp2 T
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat kucuran dana di APBN Perubahan sebesar Rp2 triliun untuk meningkatkan produksi pertanian.
Namun, Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, dari sisi belanja nonoperasional sendiri Kementan dipotong sebesar Rp623 miliar.
"Kementan dipotong Rp623 miliar, tetapi Kementan juga dapat tambahan anggaran untuk kaitannya dengan surplus 10 juta ton besarnya Rp2 triliun," ungkapnya akal ditemui usai Rakor Pangan di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Menurutnya, pemotongan anggaran belanja operasional sebesar Rp623 miliar tidak akan mengganggu operasional instansinya. "Yang pemotongan itu kami tidak alokasikan, terutama untuk belanja-belanja yang nonoperasional. Tidak akan mengganggu, tetapi kalau yang nanti akan seberapa menganggu produksi, itu tidak akan mengganggu, semuanya di luar itu," pungkasnya.
Seperti diketahui, guna melakukan penghematan, pemerintah akan melakukan pemotongan anggaran-anggaran di berbagai Kementerian Lembaga (K/L) hingga mencapai Rp18,9 triliun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mahendra Siregar pun memberikan gambaran umum yang dicoba untuk dihemat atau dipotong keseluruhannya mencapai Rp18,9 triliun dari seluruh K/L terkait.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, penghematan anggaran tersebut dilakukan pemerintah sebagai langkah antipasi melebarnya defisit sebagai akibat dari asumsi-asumsi makro yang berubah yang salah satunya adalah harga ICP yang rata-rata harganya sudah mencapai USD118 per barel.
Namun, Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, dari sisi belanja nonoperasional sendiri Kementan dipotong sebesar Rp623 miliar.
"Kementan dipotong Rp623 miliar, tetapi Kementan juga dapat tambahan anggaran untuk kaitannya dengan surplus 10 juta ton besarnya Rp2 triliun," ungkapnya akal ditemui usai Rakor Pangan di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Menurutnya, pemotongan anggaran belanja operasional sebesar Rp623 miliar tidak akan mengganggu operasional instansinya. "Yang pemotongan itu kami tidak alokasikan, terutama untuk belanja-belanja yang nonoperasional. Tidak akan mengganggu, tetapi kalau yang nanti akan seberapa menganggu produksi, itu tidak akan mengganggu, semuanya di luar itu," pungkasnya.
Seperti diketahui, guna melakukan penghematan, pemerintah akan melakukan pemotongan anggaran-anggaran di berbagai Kementerian Lembaga (K/L) hingga mencapai Rp18,9 triliun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mahendra Siregar pun memberikan gambaran umum yang dicoba untuk dihemat atau dipotong keseluruhannya mencapai Rp18,9 triliun dari seluruh K/L terkait.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, penghematan anggaran tersebut dilakukan pemerintah sebagai langkah antipasi melebarnya defisit sebagai akibat dari asumsi-asumsi makro yang berubah yang salah satunya adalah harga ICP yang rata-rata harganya sudah mencapai USD118 per barel.
()