Aturan digitalisasi penyiaran jangan beratkan masyarakat!

Kamis, 15 Maret 2012 - 17:52 WIB
Aturan digitalisasi...
Aturan digitalisasi penyiaran jangan beratkan masyarakat!
A A A
Sindonews.com - Peralihan digitalisasi penyiaran dari analog ke digital harus memiliki payung hukum secara jelas. Tidak hanya itu, implementasi digitalisasi juga tidak boleh memberatkan masyarakat.

Menurut Praktisi IT atau Innovator & Experts Teknologi Komputer Michael S. Sunggiardi mengatakan, kebijakan ini jangan sampai memberatkan masyarakat.

Dikemukakannya biaya yang harus dikeluarkan per unit, set top box (STB) perihal siaran digital ini akan dibanderol mulai dari harga USD50 sampai dengan USD300 per unit. Tentu bukan harga yang tergolong murah bagi kalangan yang memiliki ekonomi ke bawah.

"Pemerintah harus turun tangan (kalau mau menerapkan digitalisasi penyiaran), sehingga tidak membebankan kepada masyarakat," ujarnya sebagaimana dikutip dari okezone, Kamis (15/3/2012).

Menurutnya, digitalisasi penyiaran ini pernah diuji cobakan pada tahun 2009, terdapat dua konsorsium (pembiayaan bersama), termasuk TVRI dan Telkom ketika itu. Namun, di tahun 2010 telah berakhir. Dan kini, mulai coba diterapkan kembali.

"Kalau di luar negeri misalnya, setiap rumah diberi voucher khusus untuk merubah dari TV analog menjadi TV digital," terangnya.

Aturan mengenai digitalisasi penyiaran ini juga harus tegas dan jelas, dengan adanya undang-undang yang mengaturnya. Hal inilah yang sedang menjadi agenda di Komisi I DPR RI, untuk merevisi Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang belum mencantumkan mengenai digitalisasi penyiaran.

"Undang-undang masih dalam proses, kenapa sudah ada Permen-Permen (peraturan pemerintah) itu? Terlebih permen tersebut mengatur sampai membuka peluang usaha atau tender," pungkas Meutya Hafid, anggota Komisi I DPR RI.

Di samping itu, Meutya menegaskan bahwa perlu adanya sosialisasi yang mendalam, sehingga semua elemen dapat siap menerima digitalisasi penyiaran tersebut.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved