Tarif hotel bakal dikoreksi lagi

Jum'at, 16 Maret 2012 - 10:54 WIB
Tarif hotel bakal dikoreksi...
Tarif hotel bakal dikoreksi lagi
A A A


Sindonews.com – Kalangan perhotelan dipastikan akan menaikkan lagi tarif (rate) kamar hotelnya menyusul rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April mendatang. Besarnya kenaikan akan menjadi kebijakan dari masing-masing hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, Heru Isnawan menuturkan, setiap tahun pelaku hotel menaikkan tarif kamar hotelnya. Besarnya kenaikan disesuaikan dengan perkembangan inflasi. Untuk awal tahun ini pelaku hotel sudah menaikkan harga kamarnya sekitar 10 persen. Sehingga dengan adanya rencana kenaikan harga BBM, maka dipastikan harga akan dinaikkan lagi.

”Jadi jika ada kenaikan harga BBM, maka kenaikan (harga kamar hotel) tahun ini akan terjadi dua kali. Itu sama waktu 1998 dulu yang juga terjadi kenaikan harga BBM, di mana selama setahun harga kamar hotel dikoreksi sebanyak dua kali,” katanya, Kamis 15 2012.

Selama ini, biaya energi yang didalamnya ada BBM mencapai 20-25 persen dari total operasional perhotelan. “Sehingga jika harga BBM naik, maka tarif (kamar) tentu akan disesuaikan,” tuturnya.

Upaya mengoreksi harga kamar hotel biasanya tidak secara langsung menaikan harganya. Melainkan dengan mengurangi angka diskon kamar yang biasanya ditawarkan kepada tamu hotel. Hal ini karena konsumen lebih senang dengan perubahan diskon ketimbang harga yang dinaikkan.

Sementara itu, Corporate PR Manager Dafam Hotel Management, Ninik Haryanti mengatakan, hingga kini pihaknya belum merubah harga kamar hotelnya. “Harga sudah kita bikin untuk harga dalam satu tahun,” katanya.

Ditambahkan, perubahan harga biasanya akan dilakukan lagi pada tahun depan. Namun jika akan dilakukan perubahan lagi dalam tahun ini, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved