Petani sambut positif keringanan pembayaran pupuk

Sabtu, 17 Maret 2012 - 11:31 WIB
Petani sambut positif...
Petani sambut positif keringanan pembayaran pupuk
A A A
Sindonews.com – Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Korporasi (GP3K) PT Pupuk Kujang dalam memberikan keringanan dalam pembayaran pupuk disambut positif petani. Keringanan dalam pembayaran pupuk itu bertujuan untuk mendongkrak hasil produksi.

Direktur Komersial Pupuk Kujang Yuni Suryanto mengatakan, perusahaan pupuk mempunyai kewajiban memberikan kemudahan kepada petani. Salah satunya memberikan jangka waktu pembayaran pembelian pupuk kepada petani. Yuni menyebutkan, program yang digulirkan ini sudah berjalan hampir dua tahun. Hasilnya cukup mengejutkan, berdasarkan pengakuan petani di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terjadi peningkatan produksi dari sebelumnya yang hanya 7,28 ton per hektare menjadi 9,1 ton per hektare.

”Dulu petani kesulitan membeli pupuk sehingga produktivitas padi menurun. Dengan diberi kemudahan pupuk bisa dibayar setelah panen, petani merasa terbantu dan hasilnya lebih meningkat,”jelas Yuni. Yuni menyebutkan, untuk 2012, target penyebaran areal petani yang tersentuh GP3K terus diperluas atau meningkat lebih dari 50 persen yaitu dari sebelumnya 118 ribu hektare menjadi 300 ribu hektare.

”Syarat untuk mendapatkan sistem penyaluran pupuk seperti itu, petani harus tergabung dalam kelompok dan terdaftar di Badan Penyuluh Pertanian. Dengan begitu petani bisa meminjam dulu pupuk dan baru dibayar setelah panen,” tambahnya. Koordinator MS Pupuk Kujang Dadeng Suhendra menyampaikan, kedatangan direksi Kujang ke Lakbok Ciamis untuk memastikan program berjalan lancar.

Selain itu, kedatangannya ke Lakbok karena daerah ini salah satu lumbung padi yang cukup besar. ”Selain itu, kami juga melakukan cek stok pupuk menghadapi masa tanam April mendatang. Untuk persiapan masa tanam, di Gudang Utama Cikoneng Ciamis tersedia stok sebanyak 439 ton pupuk untuk wilayah (Ciamis, Banjar, dan Tasik).Jumlah itu belum termasuk stok yang ada di pengecer dan distributor,”ungkap dia.

Kepala BP3K Kecamatan Lakbok Endun Abdulah menyampaikan, kebutuhan pupuk di wilayah Lakbok dan sekitarnya paling sedikit saat masa tanam tercatat 5.000 ton per tanam.Kebutuhan itu memang tidak terpenuhi oleh salah satu distributor pupuk, karena kebutuhan di tingkat petani juga tidak satu jenis pupuk.

”Kalau melihat stok memang masih kekurangan, tapi biasanya terpenuhi oleh kebutuhan pupuk jenis lain di luar urea dan NPK.Kebutuhan pupuk mengalami peningkatan seiring bergulirnya GBP3K,” pungkas Endun.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Audit Pemotongan Saldo...
Audit Pemotongan Saldo Dobel di Sistem Pembayaran Transjakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved