Untung TDL tak ikut naik

Sabtu, 17 Maret 2012 - 18:14 WIB
Untung TDL tak ikut...
Untung TDL tak ikut naik
A A A
Sindonews.com - Pengamat Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad) Kodrat Wibowo mendukung kesepakatan yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR RI untuk tidak menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di tahun ini. Pasalnya, masyarakat yang sudah cukup ditekan dengan kenaikan harga BBM pada April nanti akan menjadi lebih menderita jika TDL ikut dinaikkan.

"Artinya kalau listrik naik maka yang kena untung memang APBN, karena bisa sehat, tapi masyarakat menengah ke bawah akan terkena dampak yang paling besar,"ujarnya saat ditemui di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (17/3/2012).

Dia menekankan bahwa pemerintah harus lebih memahami kondisi masyarakat, khususnya yang menengah ke bawah. Karena dengan kondisi APBN yang sehat, tidak cukup menjadi alasan bagi mereka.

"Masyarakat yang penting bisa besok bisa makan apa. Kalau sekarang harga BBM subsidi naik dan BBM ini mendorong harga-harga lain bisa naik coba bayangkan ada kenaikan TDL dalam tahun yang sama, kita tidak bisa bayangkan masyarakat marah,"jelasnya.

Walaupun skema kenaikan dalam usulannya dilakukan bertahap dan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang mempergunakan listrik dengan kapasitas 900 MW, menurut Kodrat tetap akan berpengaruh besar bagi kenaikan harga barang.

"Karena kita tahu bahwa setiap kegiatan perekonomian ini punya efek langsung terhadap harga barang. Kalau listrik naik, terutama untuk produksi, harga barang juga ikut naik, nah ini adalah tambahan. Mungkin bagi saya sangat mengerikan kalau dampak inflasi akibat BBM ditambah pula dengan inflasi akibat kenaikan TDL," paparnya.

Kodrat mengatakan, walaupun ada penambahan defisit nantinya, namun hal tersebut masih bisa diatasi, seperti mengandalkan Surat Utang Negara (SUN) dan semacamnya.

"Tidak masalah defisit kita akan bisa atasi, karena apa, betul kita tidak mengutang keluar negeri , dan kita punya arti bahwa kita mengutang dan yang memberikan utangan adalah masyarakat indonesia sendiri. Jadi utangnya bunganya semua masuk kedalam kantong masyarakat sendiri daripada kita meminjam ke luar negeri, itu saya kira lebih baik," pungkasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
13 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
19 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
34 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
36 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Resign: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
40 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
41 menit yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved