PT BBS mundur dari proyek Banyu Urip

Minggu, 18 Maret 2012 - 17:59 WIB
PT BBS mundur dari proyek...
PT BBS mundur dari proyek Banyu Urip
A A A


Sindonews.com - PT Bangkit Bangun Sarana (BBS) – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi tidak akan terlibat dalam proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi Banyu Urip, Blok Cepu, di Bojonegoro.

“PT BBS tidak ikut urusan proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi Blok Cepu itu,” ujar Direktur PT BBS, Deddy Afidick, Minggu (18/3/2012).

Proyek fisik Banyu Urip itu meliputi pembangunan fasilitas produksi, pengerjaan pembangunan pipa darat dan pipa bawah laut untuk aliran muat minyak mentah yang terhubung Bojonegoro-Tuban, pembangunan dermaga untuk bersandar kapal tangker di Tuban, dan pembangunan infrastruktur.

Proyek yang menelan dana sekitar Rp6,3 triliun itu untuk mendukung puncak produksi minyak mentah di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Deddy Afidick, PT BBS tidak terlibat langsung dalam proyek fisik Banyu Urip itu, melainkan akan mendorong pemberdayaan potensi lokal untuk terlibat dalam proyek Banyu Urip, Blok Cepu itu.

Menurutnya, kontraktor lokal bisa menangani pekerjaan yang tidak terlalu membutuhkan modal dan keterampilan tinggi seperti pengerjaan perataan lahan, membuat pagar besi, menyediakan akomodasi, hingga menyediakan makanan siap saji untuk para pekerja.

“Pekerjaan itu bisa dilakukan oleh para kontraktor lokal,” ujar Deddy Afidick yang juga mantan External Relations Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan Exxon Mobil Corporation itu.

Menurut Deddy, sumber daya lokal harus dilibatkan dalam pengerjaan proyek fisik Banyu Urip, Blok Cepu tersebut. Sebab, kata dia, warga lokal yang paling merasakan dampak sosial dari kegiatan pengeboran minyak mentah di sumur Banyu Urip, Blok Cepu tersebut. “Pemberdayaan lokal itu hak tuan rumah, bukan pemberian,” ujarnya.

Sebelumnya, para kontraktor lokal yang berada di sekitar Lapangan Banyu Urip sempat melakukan protes karena tidak dilibatkan dalam proyek fisik Banyu Urip. Mereka juga sempat mendatangi kantor Bupati Bojonegoro dan meminta bertemu dengan pihak MCL.

Sementara itu, pihak Pertamina Energi dan Produksi (EP) Cepu yang mempunyai saham 45 persen di Blok Cepu meminta agar proyek Banyu Urip segera bisa dimulai sehingga secepatnya bisa memenuhi kebutuhan minyak mentah nasional.

“Kami berharap produksi minyak mentah Blok Cepu segera dimaksimalkan. Kalau proyek Banyu Urip itu mundur, maka potensi produksi minyak mentah untuk kebutuhan nasional juga mundur” ujar Yudantoro, Vice President Operasional Pertamina EP Cepu. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
14 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
38 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
43 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
59 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved