Ekonomi global masuk jalur pemulihan

Senin, 19 Maret 2012 - 09:11 WIB
Ekonomi global masuk...
Ekonomi global masuk jalur pemulihan
A A A
Sindonews.com – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyatakan, saat ini ekonomi global telah keluar dari bahaya dan dalam jalur pemulihan. Namun, tingkat utang yang tinggi di pasar negara maju serta kenaikan harga minyak tetap menimbulkan risiko bagi perekonomian di masa depan.

“Saat ini telah muncul tanda-tanda stabilisasi yang menunjukkan bahwa tindakan kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) dan negara Eropa lain pada saat krisis keuangan sangat tepat. Indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) tampak lebih kuat serta zona euro membuat langkah penting dalam menyelesaikan krisis di Yunani,” ujar Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dalam pidatonya saat mengikuti forum mengenai pembangunan China, di Beijing, seperti dikutip AFP, kemarin.

Namun, Lagarde menambahkan, kendati telah berada dijalur pemulihan,tidak banyak ruang yang tersisa untuk bermanuver ataupun melakukan kesalahan dalam kebijakan. Lagarde mengungkapkan, untuk menghentikan risiko terhadap perekonomian global, maka tingkat pengangguran harus ditekan.

“Negara maju harus terus mendukung ekonomi makro dan keseimbangan kebijakan fiskal, diikuti dengan reformasi sektor keuangan dan struktural serta kelembagaan untuk memperbaiki dampak yang diakibatkan krisis guna meningkatkan daya saing,” papar Lagarde.

Dia menambahkan, ekonomi pasar berkembang perlu mengkalibrasi kebijakan makro ekonomi untuk mencegah dampak dan tekanan berlebih dari negara maju. Sementara, Lagarde memuji China atas kebijakan serta keterampilan kepemimpinannya dalam menghadapi krisis keuangan global. Namun, dia juga memperingatkan agar Beijing melepaskan ketergantungannya terhadap ekspor dan investasi serta lebih fokus pada pengembangan konsumsi domestik.

Menanggapi Lagarde,Wakil PM China Li Keqiang dalam sambutannya di forum tersebut juga menekankan pada pentingnya untuk menyeimbangkan pertumbuhan China terhadap permintaan domestik. China harus menggunakan proyek-proyek kesejahteraan sebagai fondasi lain pertumbuhan ekonomi.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved