Kadin setuju DP motor naik, asal...

Selasa, 20 Maret 2012 - 11:00 WIB
Kadin setuju DP motor...
Kadin setuju DP motor naik, asal...
A A A


Sindonews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto menilai pengaturan Down Payment (DP) kendaraan Bermotor sebesar 25 persen sesuai dengan yang tertera di Surat Edaran Bank Indonesia merupakan hal yang positif, namun tetap memiliki catatan penting yang mesti diperhitungkan.

Menurutnya, aturan tersebut akan membatasi peredaran kendaraan bermotor di Indonesia, dan masyarakat pun akan mulai sulit untuk mendapatkan kendaraan bermotor tersebut. Akan tetapi, pemerintah harus cepat tanggap, dan memikirkan alternatif dari kondisi ini, karena masyarakat membeli kendaraan bermotor pribadi dengan alasan tidak adanya pendukung transportasi untuk beraktivitas.

"Rakyat kan beli motor untuk transportasi, kalau nggak pake motor pake apa sekarang? Yang tinggal di pelosok-pelosok sana, mereka (masyarakat) kan butuh transportasi. Kalau itu dipersulit, kasihlah alternatif yang kita kembangkan. Trasnportasi massal misalnya kereta bawah tanah, monorel, bus dengan kapasitas besar, kita harus cepat membangun itu," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara seminar Kadin di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3/2012).

Selain itu, lanjut Suryo, dengan aturan ini juga akan berdampak terhadap penjualan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Produsen yang menjadi korban, juga harus dicarikan alternatif secepatnya.

"Dulu kan hanya dengan Rp500 ribu kita bisa beli motor, sekarang dinaikkan 20 persen kan jadi kalau motor Rp15 juta kita perlu Rp3 juta. Kan bedanya jauh dari Rp500 ribu ke Rp3 juta, ini dampaknya pasti akan mengurangi kemudahan orang beli motor dan akan berdampak kepada penjualan," paparnya.

Walau demikian, dirinya sangat mengapresiasi aturan itu, karena hal terdekat yang dapat dirasakan nantinya adalah tentang pengurangan kemacetan, khususnya di Jakarta. Suryo mengaku belum tahu sejauh mana rencana ini dirancang pemerintah, akan tetapi, jika dimanfaatkan Gubernur DKI Jakarta nantinya yang terpilih, akan berdampak lebih baik lagi tentunya.

"Nah, kita bisa menuju ke sana nih kalo tidak dilakukan upaya-upaya. Dan ini salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan. Ini juga menjadi PR gubernur DKI ke depan," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
23 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved