RI rancang standardisasi tempe skala dunia

Selasa, 20 Maret 2012 - 20:14 WIB
RI rancang standardisasi...
RI rancang standardisasi tempe skala dunia
A A A
Sindonews.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengatakan, Indonesia menjadi drafter penyusunan standar tempe. Standar yang akan ditentukan antara lain adalah kualitas dan daya tahan.

"Ini memang bukan produk perdagangan, tapi kita ini impor kedelai 1,5 juta ton untuk membuat tempe. Jadi tidak ada yang bisa nolak, saya harus bikin dan harus disetujui. Sekarang Indonesia itu menjadi kluster penyusunan standar tempe," kata Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Setiadi di Jakarta, Selasa (20/3/2012).

Dia menambahkan, standar ini dilakukan untuk memacu membisniskan tempe. "Sekarang yang sangat penting lagi adalah orang yang menganut vegetarian itu jumlahnya sudah 500 juta orang, 350 juta itu ada di India. Ketika vegetarian itu mencari daging, yang jadi vegetarian itu dia harus makan tempe. Itu prospek kita," tandasnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) saling sepakat untuk melindungi pasar dalam negeri melalui sweeping produk impor yang tidak berstandar hingga mendorong penerapan SNI wajib.

SNI wajib untuk memastikan bahwa produk impor dan lokal bisa bersaing secara sehat di pasar. SNI wajib juga akan membuka peluang produk lokal bersaing di pasar global. Menurutnya, SNI adalah salah satu instrumen untuk daya saing industri nasional.

"Penerapan standar tidak lagi hanya karena kewajiban, tapi kebutuhan. Karena penerapan dan pemenuhan standar bermanfaat untuk industri itu sendiri," tandasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
28 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved