BBM naik, Muhaimin jamin tak ada PHK

Rabu, 21 Maret 2012 - 16:19 WIB
BBM naik, Muhaimin jamin...
BBM naik, Muhaimin jamin tak ada PHK
A A A
Sindonews.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar menjamin tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerja/buruh terkait dengan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan 1 April mendatang.

Untuk mengantisipasi hal itu, Muhaimin mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dan konsolidasi dengan kalangan pengusaha, baik Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) maupun Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia.

“Konsolidasi itu terkait dengan rencana kenaikan harga BBM dan para pengusaha melalui dua asosiasinya menegaskan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja terkait dengan recana pemerintah itu," kata Muhaimin saat melakukan pertemuan dengan serikat pekerja/serikat buruh untuk penguatan pengawasan ketenagakerjaan di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) di Jakarta, Rabu (21/3/2012).

Dalam pertemuan ini hadir Sekjen Kemnakertrans Muchtar Luthfie, Dirjen Pembinaan Pengawasan ketenagakerjaan Mudji Handaya, Dirjen PHI dan Jamsos Kemnakertrans R. Irinto simbolon dan Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga.

Sedangkan dari pihak serikat pekerja/serikat buruh hadir diantaranya perwakilan dari KSPSI, KSPI, SPSI, SPN BUMN, MPBN KSBDSI, SARBUMISI, SBSI 1992, FSPRTM, ASPEK, KP2TKI, FSPKAHUT dan lainnya.

Muhaimin mengatakan secara umum kalangan pengusaha yang tergabung dalam Apindo dan Kadin tidak keberatan dengan rencana kenaikan harga BBM.

“Kalau masalah kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), para pengusaha memang menyatakan keberatan, tapi untuk rencana kenaikan harga BBM, tidak masalah,” ujar Muhaimin.

Bila terjadi permasalahan antara pekerja dan pengusaha, Muhaimin meminta agar kedua belah pihak mengedepankan dialog secara bipartit dalam mencari solusi alternatif yang menguntungkan bagi pekerja maupun pengusaha.

Pemerintah, kata Muhaimin, telah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk membantu masyarakat dan kalangan buruh secara langsung untuk menanggulangi dampak akibat kenaikan BBM.

Sedangkan mengenai adanya aksi unjuk rasa dan demontransi, Muhaimin meminta para buruh tidak bersikap anarkis dan mempertimbangkan ulang jika ingin melakukan aksi demo menuntut rencana kenaikan harga bahan bakar minyak.

Hal itu dikarenakan langkah aksi unjuk rasa tidak akan kondusif bagi perjuangan pekerja/buruh yang lebih mendasar, yakni memperbaiki kesejahteraan mereka secara bertahap.

Muhaimin menjelaskan apabila kalangan pekerja/buruh melakukan tindakan anarkis saat berdemo atau menggunakan cara penutupan jalan tol seperti beberapa waktu lalu, aparat Kepolisian tidak akan kompromi.

“Tidak hanya para pekerja/buruh yang akan ditindak tegas jika sudah anarkis saat demo atau melakukan upaya mengganggu ketertiban umum, siapapun yang bertindak anarkis akan ditindak tegas oleh aparat Kepolisian,” pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved