Dampak BBM 2-3 bulan

Jum'at, 23 Maret 2012 - 12:52 WIB
Dampak BBM 2-3 bulan
Dampak BBM 2-3 bulan
A A A


Sindonews.com - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai 1 April akan berdampak terhadap lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok.

Lonjakan harga itu diprediksi tidak akan berlangsung lama. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng Ichwan Sudrajat mengamini akan terjadi “kejutan” pasar terkait lonjakan harga akibat kenaikan harga BBM. Lonjakan tersebut hanya akan bertahan 1–2 bulan.

“Belajar dari proses kenaikan harga BBM sebelumnya, pasti terjadi kejutan jangka pendek yang berefek pada lonjakan harga. Lonjakan harga karena BBM ini seperti saat Lebaran saja. Pada saatnya nanti akan kembali normal,” papar Ichwan, Kamis 22 Maret 2012.

Pengalaman selama ini, pascakenaikan harga BBM selalu diikuti lonjakan nilai barang. Kenaikan harga terutama kebutuhan pokok masyarakat. Khusus untuk komoditas beras, lonjakan harganya diperkirakan tidak terlalu tinggi. Dia beralasan, April besok di berbagai daerah sudah terjadi panen raya.

“Harga beras tidak naik drastis. Sehingga produk yang lain juga tidak mengalami kenaikan signifikan,” ujarnya menganalisis.

Contohnya, dalam industri manufaktur energi menyerap 10–15 persen dari biaya produksi. Bila kenaikan harga BBM dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 maka akan terjadi kenaikan harga kebutuhan energi sebesar 30 persen.

”Kalau energinya saja naik 30 persen, semua produksi juga mengalami kenaikan 30 persen dari pokoknya. Dengan begitu, harga juga meningkat, tapi besarannya bisa bervariasi,” ungkapnya.

Mengingat implikasi momen kenaikan harga BBM biasanya dimanfaatkan oleh spekulan dalam menimbun barang, dia mengingatkan agar para spekulan tidak melakukan penimbunan, baik BBM maupun kebutuhan pokok lainnya. Bersamaan isu harga BBM, pihak keamanan maupun instansi terkait tidak segan-segan melakukan tindakan tegas. “Silakan menyimpan barang asalkan sesuai stok sewajarnya,” tandasnya.

Pengamat ekonomi Unika Soegijapranata Andreas Lako mengaku kenaikan harga BBM memang berimbas pada lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok. Dampaknya hanya akan berlangsung sekitar 2–3 bulan ke depan.

“Beberapa bulan setelah harga BBM dinaikkan, pasti gejolak harga yang timbul kembali normal kembali,” katanya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
31 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved