BBM naik, transportasi umum minta subsidi Rp5 T

Rabu, 28 Maret 2012 - 10:35 WIB
BBM naik, transportasi...
BBM naik, transportasi umum minta subsidi Rp5 T
A A A
Sindonews.com - Pemerintah telah mengusulkan kepada DPR RI untuk memberikan subsidi transportasi umum sebesar Rp5 triliun. Pemberian subsidi tersebut terkait dari rencana naiknya harga bakar minyak (BBM) pada April mendatang.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional RI/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan usulan tersebut telah diajukan kepada DPR RI. ”Subsidi untuk transportasi umum itu sebesar Rp5 triliun untuk kapal laut kelas ekonomi, kereta api kelas ekonomi, dan feri kelas ekonomi,” kata dia, di Bandung, kemarin.

Dia menyebutkan, kebijakan tersebut dirumuskan untuk mengatasi tidak naiknya tarif angkutan umum. Walaupun, dalam pelaksanaannya nanti pengusaha akan tetap menerima beban karena harus tetap membeli BBM dengan harga baru. ”Nantinya akan ada selisih antara tarif yang ditetapkan dan ongkos pembelian BBM dengan harga baru. Nah, selisih itulah yang akan dibayarkan oleh pemerintah,” kata dia. Selain subsidi, pemerintah juga mengajukan pembebasan bea masuk untuk suku cadang.

Dia menjelaskan bukan berarti bea masuk digratiskan, tapi diberi keringanan sehingga harganya tidak mahal. Peremajaan angkutan umum juga menjadi hal lain yang diusulkan pemerintah pada DPR, misalnya untuk bis yang sudah tua. ” Untuk meremajakan armadanya, misalnya pengusaha mau beli bis baru melalui kredit. Itu seperti yang dilakukan pada perumahan rakyat, persis sama,”ujar dia.

Selain itu, untuk meringankan beban pembiayaan kendaraan umum, pembebasan biaya BPKB untuk kendaraan umum juga tidak lepas dari usulan subsidi ke DPR. Sejumlah usulan tadi, kata Armida hasilnya tergantung pada hasil panja. ”Kalau komisi oke, baru masuk semua usulannya,” tandas dia.

Sementara itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengusulkan kepada pemerintah agar menambah biaya insentif sebesar Rp4 triliun. Dana itu untuk merevitalisasi angkutan penumpang yang 55 persennya telah berusia tua.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organda Eka Sari Lorena mengatakan peremajaan angkutan penumpang tersebut sebagai antisipasi dari penyesuaian BBM bersubsidi yang direncanakan akan naik pada awal April mendatang. Dengan direvitalisasinya angkutan kendaraan, maka bahan bakar yang digunakan menjadi lebih efisien.

”Jumlah angkutan penumpang di Indonesia diperkirakan sebanyak satu juta unit kendaraan.Anggaran tambahan sebesar Rp4 triliun tersebut hanya mencukupi untuk merevitalisasi sebanyak 33 persen dari satu juta unit kendaraan,”kata Eka di Jakarta.

Menurut Eka, untuk mempertahankan kualitas pelayanan angkutan penumpang dibutuhkan biaya sekitar Rp8,8 triliun. Sementara untuk meningkatkan kualitas angkutan penumpang dibutuhkan biaya yang lebih besar lagi yaitu sekitar Rp11,8 triliun.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved