Penuhi DMO, ekspor batu bara dibatasi

Kamis, 29 Maret 2012 - 16:51 WIB
Penuhi DMO, ekspor batu...
Penuhi DMO, ekspor batu bara dibatasi
A A A


Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) berencana membuat aturan mengenai pembatasan ekspor batu bara ke luar negeri. Aturan tersebut dimaksudkan karena cadangan batu bara Indonesia ternyata secara kuantitas tidak banyak.

"Baru ada pengkajian artinya bagaimana caranya itu batu bara itu bisa dikendalikan. Kita akan mencari teknologi apa yang cocok sehingga ada jenis batu bara yang bisa diekspor dan mana yang tidak diekspor jadi kemarin memang belum diputuskan," ungkap Sekretaris Jenderal Dirjen Mineral dan Batubara KESDM Adityawarman ditemui di acara Jakarta Enegy Forum di UOB plasa, Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Lanjut disampaikannya, kondisi cadangan batu bara Indonesia, ternyata tidak sebanyak cadangan batu bara milik negara lain seperti China dan India. "Kalau di Indonesia, cadangan batu bara itu hanya tiga persen dari cadangan dunia sebesar 28 miliar ton dimana 78 persen di antaranya di ekspor mentah," jelasnya.

Namun, Adityawarman juga menjelaskan, bahwa tahun ini pemanfaatan batu bara akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pemanfaatan dalam negeri (DMO) karena di dalam negeri sebenarnya sangat membutuhkan.

"Produksi batu bara diharapkan akan berkontribusi di sektor minerba sebanyak 332 juta ton dimana DMO batubara mencapai 82 juta ton," paparnya.

Terkait pengendalian ekspor batubara ini, Adityawarman mengatakan aturan ini akan disahkan bersamaan dengan Peraturan Menteri ESDM nomor 7 tahun 2012 tentang larangan ekspor bahan mineral.

Namun, hal ini ternyata dianggap belum siap sehingga pemerintah menundanya. Adapun pengaturan ekspor batu bara ini kemungkinan terkait dengan kalori batu bara. "Belum ada resmi batu bara kalori sekian boleh atau belum. Tapi yang pasti tahun ini akan disahkan," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved