Kadin bidani lahirnya asosiasi pembimbing wirausaha

Sabtu, 31 Maret 2012 - 17:57 WIB
Kadin bidani lahirnya...
Kadin bidani lahirnya asosiasi pembimbing wirausaha
A A A


Sindonews.com - Kadin Indonesia menekankan perlu dibentuknya asosiasi khusus yang menangani bimbingan usaha yang nantinya bisa mengeluarkan sertifikasi profesi untuk para pembimbingnya. Hal ini karena salah satu kelemahan utama dalam implementasi program pembinaan dan pengembangan wirausaha adalah kurangnya pemberian program bimbingan lanjutan kepada para calon wirausaha atau wirausaha yang akan memulai atau mengembangkan usahanya.

"Masalah itu harus diatasi, karena program bimbingan lanjutan bagi wirausahawan sangat penting untuk pemantapan motivasi, memberi arah maupun kegiatan yang harus dijalankan guna mengembangkan usahanya," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Koperasi,UMKM & Ekonomi Kreatif Budyarto Linggowiyono dalam acara pembentukan Asosiasi Pembimbing Wirausaha Kadin di Jakarta, Sabtu (31/3/2012).

Tanpa adanya program pembimbingan, kata Budyarto, upaya untuk mencetak wirausaha baru atau meningkatkan serta mengembangkan kapasitas dan kemampuan UMKM akan banyak menemui kendala dan tidak menghasilkan output yang optimal.

"Untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang tinggi dan signifikan terhadap upaya melahirkan wirausaha baru, dibutuhkan jumlah pembimbing usaha yg memadai," tambah Budyarto Linggowiyono yang juga merupakan Ketua Terpilih Asosiasi Pembimbing Wirausaha Kadin pertama.

Lebih lanjut, Budyarto mengharapkan nantinya Asosiasi yang telah dibentuk dapat mengkoordinasikan dan memperjuangkan aspirasi para pembimbing usaha, membangun hubungan kerja yang solid dengan Kadin dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan UMKM.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Infrastruktur, Kontruksi dan Properti Zulkarnain Arief yang juga merupakan pemerhati UMKM daerah mengatakan, pelatihan untuk wirausahawan harus dilakukan agar bisa lebih berkembang. "UMKM yang mencapai 50 juta-an itu harus diberikan pelatihan dan bimbingan agar lebih berkembang. Jika terus dibiarkan begitu saja mungkin keadaannya akan tetap kecil saja, tidak mengalami peningkatan," ungkapnya.

Zulkarnain mengingatkan agar profesi pembimbing ini bisa menjangkau ke daerah seluruh Indonesia. Karena saat ini Kadin tengah mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah. "Sudah seharusnya basis ekonomi tidak lagi di pusat, tapi harus dilakukan di daerah untuk menunjang perekonomian nasional," terangnya.

Menurut Zulkarnain, UMKM mengambil peran sebagai solusi pengurangan pengangguran, sehingga jumlah pelaku UMKM harus dapat ditingkatkan. "Mereka adalah pasukan penghalau krisis. Jadi yang perlu ditingkatkan tidak hanya dari jumlahnya saja, tetapi juga kapabilitasnya dalam mengembangkan usaha." pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
1 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
2 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
3 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
4 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved